
Perjuangan ganda campuran Indonesia, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana, harus terhenti di babak semifinal ajang Polytron Kudus Indonesia Masters 2026. Berlaga di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/10), Verrell/Bernadine kalah dari pasangan China, Li Hong Yi/Huang Ke Xin, lewat pertarungan sengit rubber game 22-24, 23-21, 14-21.
Pertandingan berjalan sangat ketat sejak poin-poin awal. Pada game pertama, sempat terjadi kejar-kejaran angka sebelum akhirnya pasangan China sukses mencuri kemenangan melalui setting.
Bernadine mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya sudah menemukan kenyamanan bermain sejak awal, namun kehilangan momentum di poin kritis. "Tadi awal-awal game kita sudah enak ya, sebenarnya. Sayang di game pertama harusnya kami bisa ngambil, cuma kita kurang konsisten saja. Sebenarnya poinnya sama-sama ketat, cuman lawan memang lebih konsisten," ujar Bernadine usai pertandingan.
Memasuki game kedua, Verrell/Bernadine tampil lebih solid dan berhasil memaksa terjadinya rubber game setelah memenangi adu setting 23-21. Verrell mengungkapkan bahwa ketenangan menjadi kunci keberhasilan di game tersebut. "Game kedua bermain lebih tenang, membaca situasi, dan menerapkan pola yang lebih tepat," jelas Verrell.
Sayangnya, performa impresif itu gagal dipertahankan pada game penentu. Pasangan tuan rumah tertinggal cukup jauh dan harus menyerah 14-21. Verrell mengakui bahwa hilangnya fokus menjadi faktor utama kekalahan di game ketiga.
"Di game ketiga kami kalah konsisten dan kembali kepada kesalahan-kesalahan kami sebelumnya, yaitu masalah konsistensi sama fokusnya," tambah Verrell.
Selain faktor fokus, Bernadine juga mengakui keunggulan postur serta agresivitas pasangan China. "Mereka posturnya tinggi, terus China kan memang mainnya dominan menyerang dan no-lob. Jadi mungkin di situ kita lebih ketinggalan dari permainan no-lob dan bola-bola panjangnya," paparnya.
Hasil ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Verrell/Bernadine. Verrell menegaskan bahwa ke depannya mereka harus memperbaiki banyak hal jika ingin bersaing di level yang lebih tinggi. "Catatan khusus dan PR pastinya masih banyak, terutama dalam hal konsistensi dan juga fokus. Terus juga bagaimana kita bermain bisa lebih tenang dan menjaga tempo serta pola yang tepat," pungkas Verrell.
Di partai semifinal ganda campuran lainnya, tiket menuju partai puncak berhasil diamankan oleh pasangan kombinasi Singapura/Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja.
Terry/Gloria sukses menembus final setelah memenangi laga "Perang Saudara" melawan wakil Indonesia lainnya, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran. Pasangan Terry/Gloria menang melalui pertarungan straight game dengan skor 21-15, 23-21.
Dengan hasil ini, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja akan berhadapan dengan Li Hong Yi/Huang Ke Xin di partai final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 yang akan digelar pada hari Minggu (25/10). (NFA)
