Turnamen Nasional
Home > Berita > Turnamen Nasional > [Liga PB Djarum 2020] Ada 100 Lebih Pebulu Tangkis Ikut Liga PB Djarum
06 Juli 2020
[Liga PB Djarum 2020] Ada 100 Lebih Pebulu Tangkis Ikut Liga PB Djarum
 
 

Pertandingan internal PB Djarum yang bertajuk Liga PB Djarum 2020, pagi Senin (6/7) telah dimulai bertempat di GOR Jati Djarum, Jawa Tengah. Dan tercatat ada 100 lebih pebulu tangkis PB Djarum mengikuti pertandingan internal yang baru diadakan tahun ini.

Dari 100 lebih pebulu tangkis, ada 17 kategori yang dipertandingkan pada Liga PB Djarum 2020, yaitu kategori tunggal usia dini putra dan putri (U11) dengan tunggal anak-anak pemula putra (U 13), kategori tunggal pemula putra dan putri (U 15), kategori tunggal remaja putra dan putri (U 17), kategori ganda pemula putra dan putri (U 15), kategori ganda campuran pemula (U 15).

Lalu kategori ganda pemula putra (U 15) dengan ganda remaja putra (U 17), ganda remaja campuran (U 17), tunggal taruna putra (U 19) dengan tunggal dewasa putra, tunggal taruna putri (U 19) dengan tunggal dewasa putri.

Kemudian kategori ganda remaja putra (U 17) dengan ganda taruna putra (U 19) dan ganda dewasa putra. Kategori ganda remaja putri ( U 17) dengan ganda taruna Putri (U 19) dan ganda dewasa putri. Serta ganda taruna campuran (U 19) dengan ganda dewasa campuran.

Menurut kepala pelatih PB Djarum Fung Permadi bahwa hampir semua penghuni PB Djarum ikut dalam pertandingan internal ini. Karena memang sudah lama tidak mengikuti suatu kejuaraan akibat pandemi Covid 19 jadi pertandingan internal ini memiliki tujuan.

"Ya, tujuannya yaitu untuk mengembalikan feeling mereka dan mengasah kemampuan mereka, supaya mereka juga merasakan atmosfir pertandingan. Sehingga jika kejuaraan resmi kembali di pertandingkan lagi mereka sudah terbiasa. Jadi intinya hampir 90 persen atlet PB Djarum ikut berpartisipasi di Liga ini," Jelas Fung Permadi.

"Memang ada 17 kategori yang dipertandingkan, tunggal dan ganda, putra dan putri. Jadi kita melihat kalau di suatu kelompok umur misalkan jumpa peserta terlalu sedikit jadi kita naikkan dengan kelompok usia yang lebih diatasnya." Tambahnya Fung Permadi.

"Kita juga memberikan sistem por angka atau penambahan angka jika berjumpa dengan kelompok umur yang lebih tinggi. Itu juga berdasarkan diskusi dengan para pelatih, agar kelompok umur yang lebih tinggi dapat merasakan tingkat kesulitannya." Pungkas Fung Permadi. (ds)