Turnamen Nasional
Home > Berita > Turnamen Nasional > Jejak PB Djarum di Kejuaraan Dunia
16 Agustus 2010
Jejak PB Djarum di Kejuaraan Dunia
 
 

Kejuaraan Dunia adalah turnamen individual prestisius Federasi Bulutangkis Dunia (BWF d/h IBF) yang telah berjalan selama lebih dari 30 tahun. Sejak pertama kali diadakan pada tahun 1977 di Malmo, Swedia sampai yang terakhir pada tahun 2009 di Hyderabad, India, Indonesia menjadi salah satu negara perebut gelar terbanyak di ajang ini setelah China. Seperti apa jejak PB Djarum di Kejuaraan Dunia selama ini?

christian hadinataBagi mereka yang mengikuti bulutangkis sejak masa silam, tentunya pernah mendengar nama-nama seperti Hariyanto Arbi, Rudy Gunawan, dan Christian Hadinata. Mereka adalah atlet-atlet bulutangkis kebanggaan Indonesia yang bergabung dengan PB Djarum di masa silam. Yang sampai saat ini masih sangat terdengar namanya di pusat berita bulutangkis Indonesia tentunya adalah Christian Hadinata. Walaupun tahun ini telah berusia 60 tahun, Ketua Sub Bidang (Kasubid) Pelatnas PB PBSI ini tetap terlihat prima dalam menggodok generasi muda bulutangkis Indonesia.

Prestasinya di Kejuaraan Dunia masa lalu sudah pasti tak terlupakan. Dalam sejarah Kejuaraan Dunia Bulutangkis, Christian termasuk satu dari tujuh pemain dunia (dan satu-satunya atlet Indonesia) yang pernah merebut dua gelar sekaligus dalam satu ajang Kejuaraan Dunia yang sama. Kala itu, pada Kejuaraan Dunia yang kedua pada tahun 1980, ia menjadi Juara Dunia Ganda Putra (bersama Ade Chandra) dan Juara Dunia Ganda Campuran (bersama Imelda Wiguno) sekaligus.

Sayangnya, di lima gelaran Kejuaraan Dunia setelahnya, gelar Juara Dunia Ganda Putra Christian/Ade tersebut minggat ke negara lain, baik Korea Selatan, China, maupun Denmark. Adalah Rudy Gunawan yang berpasangan dengan Ricky Subagja-lah yang akhirnya kembali membawa pulang gelar Juara Dunia Ganda Putra pada tahun 1993, serta menjadi Juara Dunia Ganda Putra Indonesia yang kedua setelah Christian/Ade.

Pada Kejuaraan Dunia berikutnya pada tahun 1995 di Lausanne, Swis, giliran jebolan PB Djarum dari sektor tunggal mempersembahkan gelar Juara Dunia Tunggal Putra dari tangan putra kelahiran kota Kudus, Michael Ludwig Hariyanto Arbi yang biasa dikenal dengan nama Hariyanto Arbi.  Lahir di tengah-tengah keluarga pebulutangkis, saat itu Arbi menjadi Juara Dunia di tengah era keemasan pemain Denmark legendaris, Poul-Erik Hoyer Larsen yang ternyata hanya mampu menjadi semifinalis di Lausanne. Arbi saat itu menang atas pemain Korea Selatan, Park Sung Woo (Korea Selatan).

maria febeTahun ini, Kejuaraan Dunia yang ke-17 akan diadakan di Paris, Perancis pada tanggal 23-29 Agustus. PB Djarum masih akan meninggalkan jejaknya di ajang bergengsi ini dengan dikirimnya para lulusan PB Djarum, yakni, Maria Febe Kusumastuti (tunggal putri), Rian Sukmawan/Yonatan Suryatama Dasuki (ganda putra), dan Fran Kurniawan (ganda campuran bersama Pia Zebadiah Bernadeth). Jejak itu masih akan tertinggal. Dan kali ini jejak itu akan terpatri di Perancis. (DC)