Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN NASIONAL > [Djarum Superliga 2017] Rekam Jejak Tim Putra PB Djarum di Djarum Superliga Badminton
04 Februari 2017
[Djarum Superliga 2017] Rekam Jejak Tim Putra PB Djarum di Djarum Superliga Badminton
 
 

Hampir satu dekade lalu, Djarum Superliga Badminton untuk pertama kali digelar tepatnya bulan Juni 2007. Kala itu, tim putra PB Djarum turun dengan kekuatan “lokal”. Meski diperbolehkan diperkuat oleh pemain asing, PB Djarum tak meminang satupun atlet asing. Klub yang bermarkas di Kudus ini datang dengan atlet binaan sendiri.

Tanpa pemain asing kala itu, tim putra PB Djarum berhasil menembus babak semifinal. Kalah 0-3 dari Jaya Raya di semifinal, tim putra pun akhirnya harus puas berada di posisi keempat setelah diperebutan tempat ketiga kalah tipis dari Tangkas Jakarta dengan 2-3.

Empat tahun berselang, PB Djarum kembali turun dengan kekuatan sendiri di Djarum Superliga Badminton 2011. Mengandalkan deretan pemain muda kala itu seperti Riyanto Subagja dan Shesar Hiren Rustavito, PB Djarum berhasil finis diurutan ketiga. Jika di tahun 2007, PB Djarum harus kalah diperebutan posisi ketiga dari Tangkas Jakarta dengan 2-3, maka di DBL Arena kala itu, PB Djarum sukses menang tipis 3-2 untuk bisa memastikan diri finis di urutan ketiga.

Dua tahun kemudian, masih dari DBL Arena pada tahun 2013, tim putra PB Djarum yang masih mengandalkan atlet binaan sendiri harus menerima kenyataan pahit. Tim putra gagal melalui babak penyisihan. Hal ini diakui manajer tim, Fung Permadi karena persiapan tim sangat kurang.

Satu tahun berselang, PB Djarum pun lagi-lagi harus terhenti di penyisihan. Di Djarum Superliga Badminton 2014, PB Djarum gagal merebut posisi dua teratas di grup B. Bermaterikan pemain yang relatif muda, PB Djarum belum bisa berbicara banyak di turnamen yang kembali di gelar di DBL Arena itu. Kala itu, Fung sebagai manajer tim menurutkan bahwa kekuatan tim PB Djarum di sektor tunggal masih banyak yang harus diperbaiki.

“Sebagai evaluasi di sektor putra, nomor ganda sudah cukup baik dan sesuai dengan standard. Hanya di nomor tunggal masih ada hal-hal mendasar yang mesti diperbaiki seperti kekuatan kaki, cover lapangan, buangan bola dan sebagainya. Bahkan pemain sekelas Hayom juga kadang masih belum bisa stabil,” tuturnya di DBL Arena kala itu.

Di tahun 2015, PB Djarum datang ke GOR Lila Bhuana dengan satu misi pasti, untuk menjadi juara Djarum Superliga Badminton 2015. Di Pulau Dewata, tim putra PB Djarum untuk pertama kalinya diperkuat oleh pemain asing. Adalah atlet asal Korea, Son Wan Ho yang menjadi motor di tunggal putra bersama Dionysius Hayom Rumbaka dan Ihsan Maulana Mustofa. Meski hanya berbekal satu atlet asing, PB Djarum pun sukses mencapai partai puncak. Sayang, di final, PB Djarum yang mengandalkan Fran Kurniawan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan dan Berry Angriawan di nomor ganda, kembali harus menelan kekalahan. PB Djarum harus kalah tipis 2-3 dari juara bertahan, Musica Champion.

Dan kali ini, jelang gelaran ke enam Djarum Superliga Badminton, PB Djarum akan diperkuat oleh tiga atlet asal Korea. Son kembali akan memperkuat di nomor tunggal, sementara di sektor ganda PB Djarum memperkuatnya dengan juara dunia 2014, Shin Baek Cheol/Ko Sung Hyun. Mereka akan berlaga bersama atlet-atlet binaan PB Djarum seperti Ihsan Maulana Mustofa, Muhammad Bayu Pangisthu, Shesar Hiren Rustavito, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Berry Angriawan, Hendra Aprida Gunawan, Praveen Jordan, dan Kenas Adi Haryanto.

Bisakah PB Djarum meraih gelar juara tahun ini? Saksikan perjuangan PB Djarum di DBL Arena, Surabaya mulai tanggal 19 hingga 26 Februari mendatang. Sampai jumpa di arena! (RI)