
Pasangan ganda taruna putra andalan PB Djarum, Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel, sukses mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Kapolri 2026 yang berlangsung di GOR UNJ, Jakarta Timur. Unggulan satu turnamen ini memastikan langkahnya usai menang 21-4, 19-21, 21-10 dari Dimas Jayawardana Hasan/Hamid (Pelatprov PBSI Jawa Timur), pada Rabu (29/7).
Mubarrok/Edsel mengaku sempat lengah, akibat kehilangan fokus, sebelum mengunci kemenangannya. Usai menang telak di game pertama, keduanya harus kecolongan di game berikutnya. Hal tersebut membuat Mubarrok/Edsel harus berjuang melewati rubber game.
"Secara keseluruhan mainnya sudah oke dan bisa dibilang sesuai planning. Cuma pas di game kedua kami agak lengah. Waktu awal game kedua kami sebenarnya sudah menekan dan unggul lumayan jauh, tapi karena lengah, poin demi poin tiba-tiba langsung tersusul lawan. Ini jadi pelajaran buat kami agar tidak lengah meskipun sudah unggul jauh," ungkap Edsel seusai pertandingan.
Menanggapi kekalahan di game kedua tersebut, Mubarrok menambahkan bahwa ada faktor adaptasi lapangan dan agresivitas lawan yang meningkat.
"Lawan agak sedikit menaikkan tempo ya. Terus di game kedua kami posisinya kalah angin, jadi agak kaget dan kurang antisipasi. Untungnya di game ketiga kami kembali menang angin, jadi kami terapkan strategi menyerang sejak awal, fokus step by step, dan menguasai permainan bola depan," jelas Mubarrok.
Kemenangan ini semakin mempertebal motivasi Barok/Edsel di ajang Piala Kapolri 2026. Keduanya mengatakan, pasang target tinggi dari turnamen ini.
"Peluangnya terbuka, dan target kami intinya pasti juara," tegas Edsel.
Namun, mereka sadar betul bahwa jalan menuju podium juara tidak akan mudah begitu saja. Untuk menyiasati ketatnya persaingan, Mubarrok/Edsel memegang prinsip untuk tidak meremehkan lawan mana pun. Alih-alih pusing memikirkan strategi lawan, mereka lebih memilih berfokus pada pemulihan kondisi fisik sendiri.
Di babak selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan Boby Claudio Tampi/Darrel Fawwaz (Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar).
"Kami tidak menganggap enteng lawan, jadi semua dianggap sama rata biar kami bisa langsung menekan dari awal tanpa memberi angin. Tapi yang paling penting saat ini adalah fokus ke diri sendiri dulu. Evaluasi dari turnamen sebelumnya, kondisi badan kami sempat drop. Jadi sekarang kami lebih fokus menjaga kebugaran fisik dan pola makan untuk pertandingan berikutnya," pungkas Mubarrok. (NFA)
