Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN NASIONAL > [Piala Kapolri 2026] Adhwin/Rizky Sukses Comeback Dramatis dan Kantongi Gelar Juara
31 Juli 2026
[Piala Kapolri 2026] Adhwin/Rizky Sukses Comeback Dramatis dan Kantongi Gelar Juara
 
 

Ganda remaja putra asal PB Djarum Kudus, Adhwin Arling Rangga/Rizky Caesar Ramadhan, berhasil menobatkan diri sebagai kampiun di ajang Piala Kapolri 2026. Berlaga di partai final pada Jumat (31/7) di GOR UNJ, Jakarta, pasangan unggulan 5 ini sukses menundukkan perlawanan sengit wakil Jaya Raya Jakarta, Beavis Nathaniel Ayler Carundeng/Syafi Arkana.

Kemenangan ini diraih lewat perjuangan ekstra keras. Sempat tertinggal lebih dulu, Adhwin/Rizky akhirnya memastikan gelar juara melalui pertarungan rubber game dengan skor 15-21, 21-19, dan 21-19.

Kecolongan di game pertama diakui oleh Rizky Caesar Ramadhan tak lepas dari faktor adaptasi. Pasalnya, mereka harus menyesuaikan diri kembali dengan kondisi venue pertandingan final yang berbeda dari arena sebelumnya.

"Di game pertama, kami masih beradaptasi dengan kondisi lapangannya. Karena dari babak pertama sampai semifinal, kami bermain di GOR Pondok Bambu," ungkap Rizky menceritakan kendala di awal laga.

Enggan menyerah begitu saja, pasangan PB Djarum ini mengubah pola permainan di game kedua. Adhwin menjelaskan bahwa kondisi lawan yang diuntungkan oleh arah angin justru mereka manfaatkan dengan bermain taktis.

"Saat game kedua, lawan sendiri ada di posisi menang angin, jadi kami tinggal menempatkan saja bolanya," jelas Adhwin.

Taktik tersebut terbukti jitu merusak ritme permainan Beavis/Syafi. Rizky menambahkan bahwa perlawanan balik yang mereka berikan sukses meruntuhkan kepercayaan diri lawan. "Kami mencoba untuk melakukan perlawanan dan ternyata berhasil. Di game kedua itu lawan jadi takut-takut dan pengembalian bolanya banyak yang ngambang," sambung Rizky.

Memasuki game penentu, pertandingan berjalan semakin alot dan mendebarkan. Menyadari kelebihan lawan yang sangat baik dalam penguasaan pukulan pembuka, Adhwin/Rizky meresponsnya dengan memperkuat pertahanan di area depan net. Keberanian mengambil keputusan di saat genting menjadi kunci sukses mereka menutup laga dengan kemenangan.

"Lawan unggul di bola satu-dua, sehingga kami mencoba untuk mengantisipasinya di depan. Di game ketiga ini, kami bermain lebih fokus dan berani mengambil risiko di poin-poin kritis," beber Adhwin mengungkap kunci kemenangan timnya.

Perjuangan pantang menyerah yang berujung pada comeback manis ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi pasangan tersebut. "Pastinya gelar ini sangat bermakna buat kami," pungkas Adhwin menutup kemenangannya. (NFA)