Sigit

Sigit Budiarto

Sigit Budiarto merupakan mantan atlet ganda putra andalan Indonesia dan pernah menduduki peringkat satu dunia bersama Candra Wijaya. Tak hanya sukses sebagai pemain bulutangkis, nama Sigit Budiarto juga sukses mencetak pemain-pemain handal yang membawa nama Indonesia semakin berjaya.


Menyaksikan Kevin Sanjaya Sukamuljo memukulĀ Shutlecock mirip dengan pelatihnya semasa di PB Djarum, Sigit Budiarto. Memang, keduanya kerap menampilkan pukulan-pukulan tipuan yang sering mengecoh lawan. Gaya bermain seperti inilah yang ditampilkan oleh Sigit Budiarto saat meraih gelar juara All England pada tahun 2003 bersama dengan tandemnya Candra Wijaya.

YUZU Akmil Open 2021 yang saat ini tengah berlangsung di GOR Djarum dan GOR Suroto Akmil Magelang, dinilai menarik oleh legenda bulutangkis Indonesia asal PB Djarum, Sigit Budiarto.

Tim bulutangkis putra Indonesia sesaat lagi akan menjalani laganya di babak final Piala Thomas 2020 menghadapi China. Harapan untuk bisa kembali membawa pulang piala beregu putra tersebut terasa kian dekat.

Mantan pemain ganda putra yang kini menjadi pelatih di PB Djarum, Sigit Budiarto, punya pengalaman tiga kali memperkuat tim Thomas Indonesia dan selalu memenangkannya. Tepatnya saat pertandingan di Hongkong (1998), Malaysia (2000), dan China (2002).

Momen Piala Thomas menjadi salah satu kejuaraan yang tak dilupakan oleh pemain ganda putra besutan PB Djarum, Sigit Budiarto. Sepanjang kariernya, Sigit mengikuti tiga kali Piala Thomas, yakni pada tahun 1998, 2000, serta 2002, dan selalu berhasil membawa pulang piala lambang supremasi bulutangkis beregu putra itu ke Tanah Air.