Dua ganda putra Indonesia yang berlaga di kejuaraan bulutangkis Australia Open Super Series 2017 harus terhenti di babak pertama hari ini (21//6). Pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak bisa meneruskan perjuangan setelah kandas dari lawan-lawannya.
Bagi pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto, babak pertama kejuaraan bulutangkis Australian Open Super Series 2017 menjadi ajang balas dendam. Hari ini (21/6) unggulan ketujuh asal Indonesia ini, tuntas membalas kekalahan yang pernah di alami dari pasangan Jepang Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Kekalahan yang di derita Praveen/Debby pada kejuaraan All England 2017 di tebus di Sydney pada kejuaraan berhadiah total USD 750.000,- dengan dua game 21-11, 21-19.
Kejuaraan bulutangkis Australia Open Super Series 2017 sudah dimulai. Jika kemarin (20/6) babak kualifikasi sudah selesai di pertandingkan, maka Hari ini (21/6) babak pertama mulai di pertandingkan. Kejuaraan yang di selenggarakan di Sydney ini menawarkan hadiah total sebesar USD 750.000,- . Namun Belum juga babak pertama selesai di pertandingkan seluruhnya, kabar kurang sedap menyelimuti tim merah putih yang berlaga di Sydney Olimpic Park Sport Centre, Sydney. Ganda campuran an
Menjelang ajang SEA Games 2017 pada bulan Agustus mendatang. PP PBSI akhirnya mengeluarkan daftar skuat tim inti untuk ajang yang satu ini. Sebanyak dua puluh pebulutangkis yang didominasi oleh pemain muda akan menjadi harapan merah putih untuk mendulang medali.
Ciri khas Batik rupanya tetap dipertahankan selama perhelatan kejuaraan Indonesia Open. Pada kejuaraan BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017, aura batik tetap nampak pada seragam yang di kenakan para wasit, hakim service dan para hakim garis. Sebenarnya seragam yang digunakan menggunakan bahan dasar kaos berwarna biru. Hanya saja ornamen batik tetap melekat pada bagian setengah dada ke atas.
Jika Bapak Wiranto selaku ketua PBSI belakangan ini terus menghadiri kejuaraan bulutangkis BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017, maka di babak final sejumlah tokoh pun ikut menjadi saksi sejarah juaranya pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Terselip diantara para tamu VVIP Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat. Sang gubernur pengganti ini pun di daulat memberikan hadiah kepada juara dan runner up ganda putra.
