Sulaiman

Sulaiman

Acara buka puasa bersama menjadi sebuah kegiatan wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia di tengah bulan Ramadhan seperti saat ini. Tak terkecuali bagi tim ganda putra Pelatnas PBSI. Bertempat di markas besar jajaran atlet terbaik tanah air berlatih dan tinggal, tim asuhan Herry Iman Pierngadi mengadakan buka puasa bersama pada Senin (27/6) lalu.

Setelah pekan lalu  kejuaraan bulutangkis sepi dari turnamen besar, di minggu terakhir bulan Juni 2016 kejuaraan sekelas Grand Prix Gold siap di luncurkan. Sejumlah pemain ganda campuran Indonesia pun akan mendatangi kejuaraan yang bertajuk Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2016. Pada kejuaraan yang menawarkan hadiah sebesar USD 200.000,- ini, tim merah putih akan menyertakan enam pasang ganda campuran.

Kepala bidang Pengembangan PP PBSI, Basri Yusuf menyampaikan materi proses kepelatihan dalam acara Penyegaran Kursus Kepelatihan Bulutangkis atau coaching clinic PBSI 2016 di Palembang. Proses kepelatihan menjadi faktor penting untuk memaksimalkan potensi atlet dalam mencapai target.

Nama Hendry Saputra mungkin kini sudah mulai dikenal insan bulutangkis Indonesia. Pelatih tunggal putra Pelatnas PBSI ini berhasil membawa tiga pemain muda Indonesia untuk bersaing di turnamen level internasional. Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menjadi tiga atlet andalan Hendry yang digadang-gadang menjadi pemain hebat di masa depan.

Jika anda pecinta bulutangkis, tentu anda sudah mengetahui bahwa bulutangkis pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Barcelona pada tahun 1992 silam. Namun tahukah anda bahwa sebelumnya bulutangkis pernah di demonstrasikan pada tahun 1972 di Olimpiade Munich. Sementara di tahun 1988, bulutangkis menjadi cabang olahraga ekshibisi di Olimpiade Seoul, Korea.

Pramudya Kusumawardana, dahulu adalah pemain tunggal remaja putra di salah satu klub terbesar di ibukota Jakarta. Karena dirasa kurang bersaing dan tidak berkembang dinomor ini, pelatihnya pun jarang menurunkan dirinya berlaga di berbagai turnamen nasional. Akibatnya, atlet kelahiran asal Sukabumi ini merasa kecewa dan prustasi.