Sulaiman

Sulaiman

Jika selama ini dunia hanya mengenal Lin “Super” Dan dan Park Joo Bong yang mengoleksi lima gelar juara dunia. Kini, pebulutangkis Tiongkok, Zhao Yunlei menambah daftar tersebut. Di Istora, ia berhasil menambah pundi gelar juara dunianya pada Minggu (16/8) malam kemarin.

Dalam Kejuaraan Dunia 2015 yang digelar sejak Senin (10/8) lalu dan akhirnya berakhir pada Minggu (16/8) malam, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sempat membuat kubu merah putih ketar ketir. Di babak pertama, mereka sudah dipaksa bermain rubber game oleh ganda Perancis, Baptiste Careme/Ronan Labar.

Partai terakhir Kejuaraan Dunia 2015 membuat Istora bergema. Bagaimana tidak? Indonesia Raya akhirnya bisa berkumandang dan merah putih bisa berada di posisi tertinggi setelah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil menang.

Setelah tiga wakil meraih putih dikalungi medali perunggu, akhirnya Indonesia bisa berhasil meraih medali emas dan mengumandangkan Indonesia Raya di Istora. Hal ini terjadi setelah Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil mengalahkan wakil  Tiongkok, Liu Xiaolong/Qui Zihan dalam dua game langsung.

Babak final memang menjadi partai puncak dari kegiatan sebuah kejuaraan. Di babak ini lah seluruh kemampuan terbaik akan di tampilkan. Tak hanya pemain, para penonton pun sepertinya menjadi yang terbanyak di antara hari-hari yang lain. Jika di hari pertama penonton sepertinya masih enggan menyambangi Istora Senayan, Jakarta, maka di babak final yang di langsungkan pada hari Minggu (16/8), penonton  membanjiri arena yang menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta.

Pebulutangkis Spanyol, Carolina Marin berhasil kembali menambah catatan sejarah. Usai menjadi juara dunia pertama asal Spanyol, Carolina berhasil mempertahannya di Istora. Bertanding melawan Saina Nehwal dari India di partai final Kejuaraan Dunia pada Minggu (16/8), Caro – begitu ia akrab disapa – berhasil mengatasi andalan India, Saina Nehwal dalam dua game langsung.