Sulaiman

Sulaiman

Pebulutangkis jangkung yang memiliki tinggi 191 cm, Viktor Axelsen akhirnya harus terlempar dari arena perburuan gelar Kejuaraan Dunia 2015. Ia harus menghentikan langkahnya di perempat final usai dipaksa mengakui keunggulan juara bertahan, Chen Long asal Tiongkok pada Jum’at (14/8).

Ketangguhan ganda putrai merah putih, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari masih terus berlanjut di Kejuaraan Dunia 2015. Diprediksikan untuk berjumpa dengan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di perempat final, mereka justru berjumpa dengan wakil Malaysia, Amelia Alicia Anscelly/Soong Fie Cho yang diluar dugaan menjegal Misaki/Ayaka.

Tak diunggulkan, nama Lindaweni Fanetri di nomor tunggal putra justru bisa keluar sebagai salah satu semi finalis Kejuaraan Dunia 2015. Bertanding pada Jum’at (14/8) sore, Linda ditantang unggulan empat asal Taipei, Tai Tzu Ying di lapangan satu Istora.

Chen Long dipaksa kerja keras sebelum akhirnya berhasil memastikan diri untuk berlaga di semifinal Kejuaraan Dunia 2015. Berjumpa dengan Viktor Axelsen untuk kelima kalinya, Chen yang juga juara bertahan Kejuaraan Dunia dipaksa berjibaku selama lebih dari satu jam di lapangan dua Istora.

Indonesia berhasil meloloskan wakil pertamanya ke semifinal. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau yang akrab disapa Owi/Butet berhasil memenangkan laga perempat final pada Jum’at (14/8) siang.

Inilah Indonesia. Para pecinta bulutangkis Indonesia terutama penonton Istora Senayan semakin dewasa dalam memberikan dulungan kepda atglet pujaannya. Nama Ratchanok Inthanon memang begitu dekat dengan penggila bulutangkis Indonesia. Terbukti pada saat kejuaraan bulutangkis BCA Indonesia Open Super Series 2015, ia begitu di elu-elukan. Apalagi pada saat babak final. Ia selalu di dukung penuh oleh penonton yang saat itu memadati Istora. Dari tabuhan genderang, teriakan, yel-yel hingga lagu-lag