Sulaiman

Sulaiman

Kehadiran kejuaraan BWF World  Championships 2015 rupanya membawa banyak pengaruh pada kebiasaan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Widodo yang menjadi salah satu penonton Istora. Datang jauh-jauh dari Yoguakarta, Mas Wid, demikian biasa ia disapa sampai harus merelakan waktu kerjanya selama dua hari.

Kehadiran para pemandu sorak  di kejuaraan bulutangkis selalu membuat Istora Senayan Jakarta lebih berwarna. Kostum yang di kenakan, nyanyian yang di nyanyikan selalu membuat suasana di dalam Istora lebih meriah. Tak hanya menyanyikan lagu, terkadang mereka pun meneriakkan yel yel untuk membangkitkan semangat pemain. Tak jarang mereka pun membawa bedug kecil atau tepukan balon yang di sediakan panitia untuk menambah aksen dari timnya.

Istora Senayan mulai berbenah. Mendekati hari pertama kejuaraan bulutangkis BWF World Championsips 2015 Istora semakin mempercantik diri. Memang belum terlihat sempurna ornamen tata ruang maupun letak hiasan di tempat penyelenggaraan kejuaraan yang biasa disebut oleh masyarakat Indonesia sebagai Kejuaraan Dunia.

Tahun 2014 lalu, Zhao Yunlei berhasil “mengawinkan” gelar juara dunia. Bersama Zhang Nan ia sukses menjadi juara di sektor ganda campuran, sementara di ganda putri ia meraih mahkota juara bersama Tian Qing. Kali ini, ia pun kembali akan turun di dua nomor.

Juara dunia 2014 sekaligus juara All England 2015 asal Spanyol, Carolina Marin mengaku bahwa dirinya sangat senang bisa kembali bermain di Indonesia. Atlet yang memang kerap berlatih di Cipayung ini mengaku bahwa Indonesia menjadi salah satu tempat favoritnya bertanding.

Andalan merah putih di sektor ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mengaku sudah siap untuk berlaga di Kejuaraan Dunia 2015.