Pertandingan semifinal ganda taruna campuran Kapolri Cup Badminton Championships 2024 mempertemukan dua wakil PB Djarum di dalam lapangan, Kamis (25/7). Berlangsung di GOR Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Darren Aurelius/Bernadine Anindya Wardana berhadapan dengan rekannya, Muhammad Firza Athallah Putra Sungkono/Geraldine Alexandra Bolang melawan.
Bunga Kirana Larasati/Wilia Renasya, ganda pemula putri PB Djarum, sukses melesat ke babak perempat final Kapolri Cup Badminton Championships 2024, Rabu (25/7). Berbekal rasa percaya diri ketika masuk lapangan, Bunga/Wilia berhasil menang 21-13, 21-14 atas Chintya Cahyaningtyas Ayu Widayat/Zaira Octavia Armi (Exist Badminton Club).
Tunggal remaja putra PB Djarum, Yudha Rendra Wijaya dipaksa melakoni laga panjang lebih dari satu jam pada babak kedua Kapolri Cup Badminton Championships 2024, Rabu (24/7), di Gelanggang Remaja Pulogadung, Jakarta Timur. Berhadapan dengan Surya Adhipratama Tanggara (Berkat Abadi Banjar), Yudha mengaku sempat kehilangan fokus usai merebut game pertamanya.
Tunggal remaja putri PB Djarum, Frisca Adelia Arifah berhasil mengunci posisi ke babak perempat final Kapolri Cup Badminton Championships 2024. Menjalani laganya di babak dua, Rabu (24/7), Frisca mengalahkan Rhesti Fuji Ardina (Jaya Raya Jakarta) dengan skor 21-16, 24-22.
Para duta olahraga dunia yang mengikuti ajang Olimpiade Paris 2024 sudah mulai memasuki perkampungan atlet, tidak terkecuali para atlet Indonesia dari cabang olahraga bulutangkis. Bertemunya pada atlet dari manca negara dan tentunya berbagai cabang olahraga membuat Rinov Rivaldy serta Phita Haningtyas Mentari, pemain ganda campuran asal Indonesia merasa sangat senang mendapat kesempatan langka ini.
Usai pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tampil sebagai peraih medali emas pada Olimpiade Rio 2016, empat tahun kemudian medali emas dari cabang olahraga bulutangkis kembali dipersembahkan bagi kontigen Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020. Namun siapa yang bisa menduga jika sekeping medali emas justru datang dari sektor yang tidak diperhitungkan sama sekali, yakni ganda putri melalui pasangan Gresysia Polii/Apriyani Rahayu.
