Indonesia memiliki sejarah manis di nomor tunggal putri saat Susy Susanti berhasil menjadi peraih medali emas Olimpiade bulutangkis tahun 1992. Medali emas ini pun tak hanya menjadi medali emas pertama yang diperebutkan di Olimpiade, tetapi menjadi medali emas pertama bagi Indonesia.
Bisa dikatakan jika Olimpiade Rio 2016 merupakan ajang paling terburuk bagi tim China selama pelaksanaan Olimpik. China yang menyapu bersih medali emas di Olimpiade London 2012, kali ini harus puas hanya dengan dua medali emas. Di bagian putri, bahkan China tak lagi bisa kebagian medali, untuk perunggupun tidak.
Harapan merah putih untuk bisa mencuri medali di Olimpidae Rio de Janeiro, Brasil di nomor tunggal putri harus hilang. Satu-satunya wakil merah putih, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari harus kandas di babak delapan besar yang digelar pada Selasa (15/8) malam waktu Indonesia.
Riocentro Pavilion 4 semakin memanas. Berbagai kejutan terjadi di empat hari penyelenggaraan fase penyisihan grup Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini. Hasil undian ganda putri yang digelar pada Minggu (14/8) malam mempertemukan wakil Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari melawan Yu Yang/Tang Yuanting asal Tiongkok. Perjumpaan dua unggulan ini tak lepas dari Yu/Tang yang gagal menjadi juara grup D.
Indonesia masih harus kembali menanti lebih lama untuk bisa meraih medali tunggal putri di arena pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade. Wakil merah putih, Linda Wenifanetri harus terhenti di fase grup.
Greysia Polii/Nitya Krishinda berhasil membawa kabar gembira. Greysia/Nitya yang tergabung di Grup C berhasil tampil meyakinkan. Mempertaruhkan gelar juara grup melawan Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon asal Malaysia, pertarungan ini berlangsung intens.
Awal ikut kakak latihan lama-lama jadi suka bulutangkis
