
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis untuk kedua kalinya digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Jika tahun lalu digelar di GOR Sudiang, maka kali ini perburuan super tiket digelar di GOR Dafest.
Jumlah peserta pun mengalami peningkatan kurang lebih 50%. Jika tahun lalu peserta yang melakukan registrasi ulang pada H-1 Audisi Umum tercatat 207 orang peserta, maka tahun ini sebanyak 317 peserta melakukan pendaftaran ulang. Peserta terbanyak masih didominasi oleh atlet putra U13.
Setelah melalui tahapan pertama Audisi Umum 2016 pada Sabtu (9/4) pagi hingga sore hari, akhirnya terjaring sebanyak 139 peserta yang akan melanjukan ke tahap turnamen. Terdiri dari 42 atlet putra U13, 19 atlet putri U13, 54 atlet putra U15 dan 24 atlet putri U15. Mereka akan mulai berkompetisi untuk memperebutkan super tiket Minggu (10/4) pagi.
Audisi Umum di Makassar kali ini pun tak hanya menjaring peserta dari Makassar dan Sulawesi Selatan. Tetapi tercatat pula peserta yang datang dari Maluku, Gorontalo, Mamuju bahkan Papua.
“Semoga kami bisa menemukan bibit-bibit baru untuk meneruskan tradisi bulutangkis Indonesia dan bisa mengibarkan bendera merah putih di dunia,” ujar Budi Darmawan, Event Manager Djarum Foundation Bakti Olahraga.
Atlet-atlet muda ini pun unjuk kebolehan dihadapan para legenda PB Djarum yang hadir di GOR Dafest. Mereka yang lolos ke tahap kedua akan memulia tahapan turnamen besok (10/4) pagi. Sudah dipastikan akan ada 12 orang atlet yang lolos ke grand final di Kudus, tetapi angka ini memiliki kemungkinan bertambah jika para legend menemukan atlet berbakat.
“12 orang dipastikan akan mendapat super tiket dan berhak untuk bermain di grand final di Kudus, tetapi jumlah ini memiliki peluang untuk bertambah,” ujar Ronald Sanduan di pembukaan Audisi Umum pagi tadi.
Tahuna 2015 lalu, Makassar meloloskan Muhammad Wahyudi Akhmad yang saat ini tengah berlatih di PB Djarum. Akankah ada atlet asal Makassar yang menyusul Wahyudi? (RI)
