Debar jantung keraguan perlahan berganti menjadi sorak sorai kebahagiaan. Tangis haru pecah di sudut-sudut GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, pada Minggu (12/7). Hari itu, keringat dan perjuangan tanpa lelah dari ratusan pebulutangkis muda berujung pada satu momen paling mendebarkan, yaitu pengumuman peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026.
Suasana begitu emosional. Pelukan erat antara anak dan orang tua mewarnai arena pertandingan kala 15 nama pebulutangkis muda resmi diumumkan sebagai peraih Super Tiket. Sebanyak enam atlet memastikannya lewat jalur juara turnamen, sementara sembilan anak lainnya tak kuasa menahan air mata bahagia saat nama mereka dipanggil sebagai penerima Super Tiket Tambahan dari Tim Pencari Bakat. Tiket emas ini menjadi kunci bagi mereka untuk melangkah ke tahap karantina selama empat pekan di Kudus, pada 14 September hingga 9 Oktober 2026 mendatang.
Di tengah riuhnya kebahagiaan, senyum kelegaan terpancar dari wajah Chelsea Amanda. Atlet asal Deli Serdang, Sumatera Utara ini berhasil menyegel satu Super Tiket dari jalur turnamen sektor U-11 putri usai menundukkan Rayya Aufa Tanjung di partai puncak dengan skor 21-15, 21-13.
Bagi atlet didikan PB Indocafe Medan ini, kemenangan yang diraih dengan peluh ini bukan sebuah kebetulan. Jam terbangnya sudah cukup panjang, termasuk pengalamannya di Kejuaraan Provinsi 2025 di Medan. Meski matanya berbinar bahagia usai juara, Chelsea tetap menyimpan sikap kritis seorang calon juara dunia.
“Di pertandingan final tadi, saya merasa permainan saya sudah cukup bagus. Saya juga sering melawan Rayya, mungkin sudah lima kali. Namun, saya merasa masih ada yang kurang, terutama reaksi kaki saya yang harus lebih cepat lagi untuk mengambil bola-bola di bagian depan lapangan,” ujar Chelsea mengevaluasi penampilannya.
Kini, Chelsea harus bersiap menghadapi kenyataan berpisah sementara dari pelukan keluarganya. Namun, tekadnya sudah bulat. "Saya sudah siap berlatih bulu tangkis lebih giat lagi meskipun harus jauh dari Papa dan Mama. Target saya adalah ingin terus maju, menjadi atlet PB Djarum, dan suatu saat nanti mewujudkan mimpi atlet kelas internasional,” ucapnya penuh harapan.
Puncak keharuan sesungguhnya terjadi saat Tim Pencari Bakat mengumumkan sembilan peraih Super Tiket Tambahan. Tiket ini adalah keajaiban bagi mereka yang terhenti di fase gugur, namun memiliki semangat juang yang memikat para legenda.
Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari tak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya. Atlet cilik berusia 8 tahun yang akrab disapa Bibel ini sempat tertunduk lesu usai langkahnya terhenti di babak perempat final. Namun, siapa sangka, teknik mumpuni dan daya juang pantang menyerahnya membuat legenda bulutangkis Liliyana Natsir dan Tim Pencari Bakat Putri luluh dan memberikannya kesempatan kedua.
"Bibel nggak nyangka bisa mendapatkan Super Tiket, padahal sudah kalah di babak perempat final," tutur Bibel dengan suara bergetar menahan tangis bahagia. "Bibel juga sudah siap untuk menjalani karantina bersama PB Djarum meski harus tinggal jauh dari Mama dan Papa. Bibel janji mau kerja keras serta terus berdoa karena ingin jadi atlet yang mengharumkan nama Indonesia."
Kisah serupa dialami oleh Ray Ethan Jourell. Wakil satu-satunya dari Jambi di sektor U-11 putra ini sebelumnya harus menangis kecewa. Perjuangannya yang luar biasa terpaksa kandas di semifinal setelah pertarungan sengit tiga gim, 24-22, 14-21, 18-21, melawan Muhammad Azka Al-Fatih. Namun, sikap pantang menyerahnya di lapangan berbuah manis.
“Saya sempat kecewa karena tidak bisa menjadi juara di Audisi Umum PB Djarum 2026 - Pekanbaru. Tapi, saya sekarang semangat lagi karena mendapatkan Super Tiket Tambahan dari Tim Pencari Bakat. Artinya saya masih ada kesempatan menjadi atlet PB Djarum," ucap Ray yang mengidolakan Kevin Sanjaya itu, dengan mata yang kembali menyiratkan api semangat. "Saya akan berlatih lebih giat dan berusaha semaksimal mungkin.” (NFA)
