
Gelaran Audisi Umum PB Djarum 2026 yang saat ini sedang berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diharapkan bisa menemukan bibit baru, yang mampu meneruskan tongkat estafet regenerasi bulutangkis Indonesia.
Hal itu disampaikan langsung oleh ketua tim pencari bakat, Sigit Budiarto. Juara dunia ganda putra 1997 itu menuturkan, lewat audisi umum zona timur kali ini ia dan tim pencari bakat berharap muncul bibit baru bulutangkis yang berasal dari timur.
“PB Djarum berkomitmen melaksanan audisi umum di beberapa Kota. kenapa Makassar? karena wilayah timur ada di sini. kita melihat Makasaar punya potensi dan sejarah yang bagus untuk bulutangkis. harapannya regenerasi bulutangkis berlangsung dengan baik lewat PB Djarum,” papar Sigit dihadapan awak media, Rabu (5/8) di GOR Dafest.
“Saya harap ada yang masuk PB Djarum lewat audisi ini dari Indonesia timur, sehingga bisa jadi tongkat estafet regenerasi bulutangkis Indonesia,” jelasnya.
Antusias peserta audisi kali ini tak hanya datang dari Makassar, tetapi juga banyak diantarnya yang datang dari Manado, Kendari bahkan ada juga yang berasal dari Provinsi Papua seperti Sorong dan Jayapura.
“Melihat antusiasme audisi kali ini saya sangat apresiasi sekali karena bulutangkis mulai berkembang di luar pulau Jawa. bahkan dari Papua ke Makassar dengan penuh perjuangan mereka bisa datang,” tutur Sigit.
Dalam kesempatan itu Sigit pun menyampaikan jika yang berhak menerima Super Tiket menuju tahap Karantina di Kudus ialah atlet yang mampu juara di tahap turnamen. Sisanya, tim pencari bakat akan menentukan siapa yang berhak mendapat Super Tiket tamnbahan.
“Yang pasti setiap yang juara akan ikut karantina. Setelah itu ada super tiket tambahan dari pencari bakat yang tidak bisa ditentukan. kita lihat dulu kualitasnya,” pungkas Sigit. (AH)
