
Sekitar 100an anak usia 10-12 tahun terlihat antusias mengikuti coaching clinic dalam acara yang bertajuk Djarum Badminton All Stars. Atlet-atlet muda ini terlihat begitu serius mengikut jalannya pelatihan. Mereka mendapat pelajaran ilmu dan teknik-teknik dasar bermain bulutangkis.
Acara dimulai dengan press conference dan pembukaan yang di dibuka langsung oleh perwakilan Djarum Foundation, Budi Darmawan. Setelah pembukaan, Lius Pongoh langsung mengambil alih acara dan membawa para peserta untuk melakukan pemanasan.
Setelah pemanasan, para peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok, dimana satu kelompok dipimpin oleh empat bintang yang diboyong dari pulau Jawa. Setelah pembagian kelompok, setiap perserta pun dipersilahkan unjuk kemampuan memukul mereka.
Beberapa dari peserta memang terlihat belum begitu mahir bermain bulutangkis, tetapi minat mereka tentu sudah menjadi modal untuk mereka terus menekuni bulutangkis. Di tanah kelahiran Mohammad Ahsan ini, mereka pun belajar beberapa teknik dasar bermain bulutangkis.
Lapangan satu sampai empat memberikan pelajaran yang bervariasi tergantung mentor mereka. Di lapangan yang diasuh Christian Hadinata, mereka diajarkan mulai cara untuk menguasai lebar lapangan. Mereka diajarkan dengan bagaimana cara untuk memindahkan shuttlecock dari satu sisi ke sisi lainnya.
Sementara di lapangan yang di pandu Ricky Subagja, mereka diajarkan untuk melakukan lob dan netting secara bergantian. Di lapangan yang di pimpin oleh Sigit Budiarto, mereka diperkenalkan cara untuk melakukan smash kemudian melakukan netting. Sedang di lapangan yang ditempati Lius Pongoh, mengajarkan dasar bermain bulutangkis, mulai dari cara memegang raket dan memukul bola lob.
Meski dimulai dengan gerakan dan teknik yang berbeda tetapi pada umumnya semua peserta mendapatkan materi latihan yang sama. Dimulai dari cara memegang raket yang benar, sampai cara memukul bola lob, net dan menguasai lapangan. (IR)
