
Malaysia Grand Prix Gold 2012 usai sudah. Indonesia yang menempatkan dua wakil di final akhinya hanya mampu keluar sebagai runner up. Sony Dwi Kuncoro dan Irfan Fadhilah/Weni Anggraeni sama-sama menyerah atas lawan masing-masing di partai puncak yang dilangsungkan di Johor, kemarin (6/5).
Pasangan ganda campuran, Irfan/Weni yang baru kali pertama bermain di partai final turnamen sekelas Grand Prix Gold, dipaksa mengakui pasangan unggulan satu asal tuan rumah, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Di game pertama, mereka hanya mampu mengumpulkan 12 poin saja, sementara di game kedua kalah 14-21. Dalam keterangannya usai laga, Irfan mengakui bahwa disepanjang pertandingan dirinya kerap berada di bawah tekanan.
"Lawan kami memang levelnya berada diatas kami, di pertandingan tadi kami kerap tertekan dan tidak bisa bermain lepas, alhasil kami terbawa pola permainan lawan dan akhirnya kalah," tutur Irfan.

Tetapi pencapaian Irfan/Weni ini tentu menjadi prestasi tersendiri bagi pasangan yang menduduki ranking 38 dunia ini. "Prestasi ini tentu hasil positif bagi kami, sebetulnya dengan masuk final kami sudah melampaui target kami. Tidak menyangka bisa final, dan tentunya sebetulnya kami ingin juara, tetapi harus puas jadi runner up, hal ini pun kami jadikan sebagai pengalaman berharga dan menambah rasa percaya diri kami," pungkasnya.
Sedangkan, Sony yang sudah menundukkan beberapa unggulan di hari sebelumnya, akhirnya hanya mampu memaksa Lee Chong Wei untuk bermain rubber game. Sony berhasil mencuri kemenangan di game pertama dengan 21-17, tetapi ia kemudian menyerah di dua game berikutnya dengan 8-21 dan 10-21.
Tuan rumah Malaysia pun berhasil menyabet dua gelar juara lainnya, yakni di ganda putra melalui Koo Kean Keat/Tan Boon Heong yang mengalahkan yuniornya Chooi Kah Min/Ow Yao Han dengan 21-15 dan 21-19, serta di ganda putri melalui Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Pasangan mantan nomor 1 dunia itu, sanggup menumbangkan unggulan pertama asal Singapura Shinta Mulia Sari/Yao Lei dengan 21-18 dan 21-18. Sedang satu-satunya gelar yang gagal diraih tuan rumah adalah tunggal putri.
Di tunggal putri, laga puncak mempertemukan pemain muda Thailand, Busanan Ongbumrungpan yang baru berusia 16 tahun berhadapan dengan tunggal muda lainnya asal Jepang, Sayaka Takahashi. Duel anak muda ini akhirnya dimenangkan Busanan dengan 21-17 dan 22-20.
