Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > [Hall Of Fame PB Djarum] Budi Santoso
23 November 2020
[Hall Of Fame PB Djarum] Budi Santoso
 
 

Nama Budi Santoso beredar sebagai pemain bulutangkis nasional di era akhir tahun 1990 sampai awal tahun 2000. Budi Santoso terbilang sangat muda bergabung dengan PB Djarum. Tepatnya pada usia 7 tahun, Budi Santoso mengawali kiprahnya pada klub yang besar di kota Kudus.

Usai dikirim di berbagai kejuaraan nasional dan internasional oleh PB Djarum, ia mulai dilirik untuk memperkuat Pelatnas. Tahun 1993, Budi resmi dipinang masuk Pelatnas.  Di kawah Candradimuka Cipayung, permainan Budi semakin meningkat. Gelar perdana untuk Indonesia dipersembahkan pada kejuaraan Polandia Open pada tahun 1995. Gelar kedua diperoleh Budi Santoso tiga tahun berikutnya. Budi mentas di kejuaraan Hongkong Open 1998. Budi juga sempat melesat ke babak final Indonesia Open pada tahun 1999. Sayangnya, Budi harus tetap menjadi bayang-bayang Taufik Hidayat. Ia harus puas menjadi runner up usai dikalahkan pemain Taufik pada babak final dengan 14-17, 12-15.

Nama Budi Santoso juga sempat menjadi buah bibir. Pada tahun 2002 pencinta dan pemerhati bulutangkis dibuat terbelalak saat ia berhasil menyentuh final kejuaraan bergengsi All England. Sayang, ia harus mengubur impiannya dalam-dalam. Budi menyerah di tangan jago Tiongkok, Chen Hong pada babak final. Dengan menggunakan skor “The Best of Five” Budi kalah 4-7, 5-7, 1-7.

Budi Santoso juga turut mengantar Indonesia berhasil merebut Piala Thomas pada tahun 2002. Di babak final, Indonesia membabat musuh bebuyutannya, Malaysia dengan skor tipis 3-2.

Usai mundur dari Pelatnas pada tahun 2003, Budi sempat juga menorehkan prestasinya di kejuaraan dalam negeri. Ia menggaet double winner pada Sirkuit Nasional Siliwangi SGS Elektrik 2008. Selain juara di tunggal dewasa putra, Budi pun menjadi kampiun di ganda campuran. (AR)