
Cisita Joity Jansen adalah salah satu alumnus PB Djarum yang kini tengah berstudi di Jerman. Ia pernah menjadi bagian squad terkuat di PB Djarum sejak dirinya bergabung di PB Djarum tahun 2007 lalu. Sebelum menjadi pemain ganda, kakak kandung dari Jones Ralfy Jansen yang juga merupakan alumnus PB Djarum, sempat menempa kemampuannya bermain tunggal, yang membawanya cukup dekat dengan rekan satu timnya, Maria Febe Kusumastuti yang kini menjadi salah satu tumpuan merah putih di tim nasional.
Gelaran Jerman Grand Prix Gold pekan lalu, tentu tak disia-siakan oleh Cisita untuk bisa bertemu rekan-rekan satu timnya itu. Ia menyempatkan diri untuk menyambangi RWE Sportshall di Mulheim, yang jaraknya 250 KM jauhnya dari Frankfurt, kota tempat ia tinggal.
“Saya tadinya ingin ikut bertanding, sayang semester baru di pra-university saya baru dimulai, jadi saya tidak diizinkan untuk bolos satu minggu penuh. Jadi saya memutuskan untuk datang ke sana meskipun harus pulang pergi di hari yang sama, ingin nonton sekaligus bertemu dengan rekan-rekan satu tim saya dari PB Djarum,” ujar Cisita.
Ia pun betul-betul memanfaatkan moment itu untuk bersua dengan Febe. Meskipun Febe menawarkan dirinya untuk tinggal lebih lama di Mulheim, dengan berat hati Cisita harus menolaknya. “Ditawari Febe untuk menginap, tetapi saya tidak bisa karena keesokan harinya saya harus masuk sekolah, dan jarak tempuh Frankfurt – Mulheim itu sekitar dua setengah jam, jadi dengan berat hati saya pun memutuskan untuk kembali ke Frankfurt pada malam harinya,” lanjutnya.
Cisita menghabiskan waktu satu setengah tahun di Kudus, dan Febe adalah salah satu atlet yang disebutnya sebagai rekan seperjuangan, tetapi Febe tetap di jalur tunggal, sedangkan Cisita menghabiskan satu setengah tahun berikutnya di PB Djarum sebagai atlet ganda.
“Dulu sama-sama jadi anak buahnya Om Fang (Fang Kai Xiang, pelatih tunggal putri PB Djarum kala itu), lumayan sering curhat-curhatan sama Febe.”
Selain Febe, ia juga menjumpai atlet-atlet PB Djarum lainnya yang juga berlaga disana, Andre Kurniawan Tedjono, Meiliana Jauhari, Dionysius Hayom Rumbaka, Mohammad Ahsan serta pelatih tunggal putra, Agus Dwi Santoso.
“Saya sudah lama sekali tidak berjumpa dengan atlet PB Djarum, sudah lebih dari satu tahun, jadi pas kemarin bisa bertemu, rasanya yang pasti senang sekali, pasti tahu perasaan saya bagaimana. Teman seperjuangan, terus tiba-tiba ada kesempatan untuk ketemu, di negeri orang pula,” lanjutnya antusias.
Cisita kini berkonsentrasi penuh untuk bisa menyelesaikan pra university-nya untuk kemudian ia akan berkuliah di Social Sciences di salah satu universitas di Frankfurt. “Disini benar-benar ketat, semoga di ujian akhir 2012 ini, bisa lulus dan awal tahun depan sudah bisa mulai kuliah,” pungkasnya.