Diluar Arena
Home > Berita > Diluar Arena > Bagaimana Nasib Piala Thomas & Uber 2020?
30 Juli 2020
Bagaimana Nasib Piala Thomas & Uber 2020?
 
 

Setelah Badminton World Federation (BWF) mengumumkan batalnya empat turnamen di bulan September 2020, Pengurus Pusat PBSI memberikan tanggapan soal keputusan tersebut. Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan bahwa turnamen-turnamen di bulan September sedianya menjadi ajang pemanasan bagi pemain jelang perhelatan Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark, pada 3-11 Oktober mendatang.

"Sebetulnya sangat disayangkan, ini adalah hal yang merugikan buat dunia bulutangkis, khususnya untuk atlet. Tapi di sisi lain kami bisa mengerti karena pandemi ini belum teratasi di negara-negara lain. Seperti contohnya di Jepang dan Tiongkok yang mengalami second wave Covid-19," ujar Budiharto dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Sementara itu, hingga saat ini status penyelenggaraan Piala Thomas dan Uber masih tetap berjalan sesuai jadwal. BWF masih belum memberikan informasi apa pun terkait penyelenggaraan perebutan dua lambang supremasi bergengsi tersebut.

Baca juga : Hadibowo, Salah Satu Pahlawan Piala Thomas 1984

"Secara prinsip, memang kami harus menunggu keputusan BWF mengenai kepastian Piala Thomas dan Uber. Untuk tetap mempersiapkan atlet, kami akan tetap melangsungkan simulasi. Simulasi ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan dan kondisi atlet jelang Piala Thomas dan Uber," jelas Budiharto.

PP PBSI rencananya akan menggelar simulasi Piala Thomas dan Uber pada awal September 2020. Simulasi akan dilangsungkan di Pelatnas Cipayung, sama seperti Mola TV PBSI Home Tournament yang telah diselenggarakan selama lima pekan. (ah)

Baca juga : Luluk, Sang Nomor Satu Dunia