
Hampir dua tahun sudah pandemi Covid-19 merundung masyarakat secara global. Setelah melakukan beberapa pembatasan akses dan kegiatan, kini aktivitas masyarakat global telah berangsur normal. Namun demi mencegah penyebaran virus, aktivitas tersebut harus melakukan beberapa penyesuaian dengan menerapkan protokol kesehatan.
Penyesuaian yang sama juga dilakukan dalam penyelenggaran turnamen bulutangkis. Turnamen bulutangkis internasional yang sempat vakum, kini mulai dilakukan secara bertahap sejak tahun lalu.
Demi mencegah penularan Covid-19 selama pertandingan, BWF pun menyiapkan beberapa protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Tak sekadar wacana, deretan peraturan tersebut juga disertai hukuman dan denda, agar benar-benar diperhatikan.
Apa saja peraturannya dan bagaimana hukuman terkait protokol keamanan Covid-19? PBDjarum.org mencoba merangkum untuk Anda:

Penghitungan insiden dilakukan dalam satu tahun kalender. Insiden pertama bisa terjadi di satu turnamen, dan insiden kedua di turnamen berikutnya, yang menyebabkan terjadinya peningkatan hukuman.
Karena kemungkinan dampak parah pada kesehatan dan jalannya turnamen, keputusan tentang tindakan dan hukuman yang harus diberikan, perlu diambil dengan cepat.
Suatu insiden harus dilaporkan kepada, atau disaksikan oleh, referee yang akan berkonsultasi dengan BWF. Dari situ kemudian ditentukan sejauh mana fakta-fakta seputar insiden tersebut. Keputusan kemudian akan dibuat oleh BWF dan referee. (NAF/BWF)
