Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Aprilia Menjadi Kuda Hitam di Taipei
07 Agustus 2010
Aprilia Menjadi Kuda Hitam di Taipei
 
 

Perjalanan atlet tunggal putri Pelatnas, Aprillia Yuswandari di Taipei Grand Prix Gold 2010 dapat dikatakan terjal. Namun putri Bantul berusia 21 tahun itu tidak patah arang, sebaliknya ia malah berjuang dengan penuh semangat. Hasilnya? Kejutan bagi mereka yang memandang sebelah mata padanya. Kejutan apa saja yang disuguhkan April di Taipei?

Dengan bekal peringkat dunia 116, April melakukan kejutan pertama dengan menyingkirkan pemain tuan rumah yang berperingkat setengah di atasnya, Chen Hsiao Huan (# 61 dunia) dengan mudah, 21-12 dan 21-8. Setelah itu giliran putri Jepang, Mayu Sekiya yang berperingkat 91 dunia digilasnya dengan penuh tekad kemarin di perdelapan final.

Hari ini, di perempat final April “kembali” ke kawasan Asia Tenggara dan menyentil Ratchanok Inthanon keluar dari kompetisi berhadiah total USD 200.000 ini, sekaligus membalas kekalahannya di Vietnam tahun lalu. Mengalahkan Ratchanok tentu saja bukan hal mudah, apalagi dengan “teror” prestasi Ratchanok, yakni, dua kali juara dunia yunior (2009 dan 2010) sekaligus juara dunia yunior termuda tahun lalu dimana saat itu usianya baru 14 tahun.

Sekarang Ratchanok telah berusia 16 tahun dan menghadapi Aprilia yang penuh tekad. Pertandingan memperebutkan tiket semifinal di Taipei pun menjadi sangat seru dan sarat ketegangan. Set pertama seakan berlangsung untuk selamanya dimana kedua pemain tidak pernah terpaut lebih dari tiga angka, dan saling berkejaran. Keduanya juga sama-sama bermain agresif dan berusaha menekan lawan. Tiga kali April berhasil memimpin di angka kritis sebelum diimbangi: 19-18, 20-19, dan 21-20. Namun kemudian pendukung Indonesia terpekik saat Ratchanok membalik keadaan dan memimpin 22-21. April berhasil mengimbanginya, namun kembali tertinggal 22-23. Untunglah mental April tertempa baja. Ia tetap fokus penuh dan akhirnya berhasil menutup set pertama penuh ketegangan itu 25-23.

Di set kedua, April tampak melambat dan menyerahkan set untuk mengambil nafas, sehingga kedudukan jadi berimbang satu sama ketika Ratchanok mengambil set kedua 21-9. Set ketiga kembali menjadi pertandingan luar biasa walaupun tidak seketat set pertama. April selalu memimpin walaupun Ratchanok selalu membuntutinya sangat dekat. Akhirnya setelah berlaga satu jam, April berteriak girang ketika menang 21-17 dan melaju ke semifinal untuk bersua unggulan ketiga asal Korea, Bae Seung Hee.

Ganda Putri
Di ganda putri, dua pasangan asal pelatnas tak berdaya saat menghadapi pemain putri Korea Selatan. Pia Zebadiah/Debby Susanto harus menyerah kalah dari pasangan Korea Selatan Lee Kyung Won/Yoo Hyun Yong 14-21, 8-21. Meliana Jauhari/Greysia Polii pun tak mampu membalas atas dua kekalahannya dari pasangan Kim Min Jung/Lee Hyo Jung. Pasangan pelatnas utama ini kalah dengan 13-21, 19-21. (DC/ar)