Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Terinspirasi Dari Jones Ralfy Jansen
27 Januari 2012
Terinspirasi Dari Jones Ralfy Jansen
 
 

Kesuksesan dan keberhasilan seseorang terkadang menjadi motivasi bagi orang lain untuk menyamai bahkan melebihi prestasi yang pernah di dapat. Kesuksesan Jones Ralfy Jansen, atlet ganda serba bisa asal PB Djarum yang berhasil menggondol sebagai pemain terbaik PB Djarum tahun 2010 membuat Edi Subaktiar termotivasi untuk bisa menyamai prestasi yang didapat Jones.

“Tahun 2010 lalu saya melihat Jones Ralfy Jansen naik ke panggung menjadi pemain terbaik, saya termotivasi untuk berprestasi seperti dia,” ujarnya.

Edi tidak pernah menyangka dirinya akan berdiri di podium dan menjadi pemain terbaik. “Saya tidak menyangka akan menjadi pemain terbaik. Saya kaget begitu tahu jika saya menjadi pemain terbaik, karena ada Gloria Emanuelle Widjaja yang berhasil menjadi juara dunia junior,” cetusnya

Akhirnya PB Djarum memilih Edi bersama Gloria sebagai pemain terbaik 2011. Prestasi yang baik dicapai Edi sepanjang tahun 2011, membuatnya terpilih. Beberapa kali ia berhasil merebut gelar juara ganda putra dan ganda campuran. Pada sirkuit nasional (Sirnas) yang di selenggarakan di kota Bandung, Edi bahkan mampu meraih double winner. Ia berhasil meraih gelar ganda putra dan ganda campuran sekaligus.

Edi tergolong pemain yang cepat beradaptasi dengan pasangan baru. Beberapa kali ia sempat bergonta ganti pasangan baik di ganda putra maupun di ganda campuran. Tetapi uniknya, dengan siapapun ia berpasangan, gelar juara bisa ia raih. Di ganda putra, bila tahun 2010 meraih juara Sirnas Jakarta bersama Felix Kinalsal, ketika berganti pasangan dengan Arya Maulana, ia pun menjuarai Sirnas Bandung 2011, Astec Open 2011 dan turnamen yunior Internasional Tangkas Alfamart Challenge 2011.

Di ganda campuran, Edi mampu meraih berbagai gelar juara juga dengan tiga partner yang berbeda.Bersama dengan Melati Daeva Oktaviani, ia memenangkan Sirnas Bandung. Kemudian dengan Annisa Saufika menjuarai Sirnas Jateng. Terakhir menjadi juara Kejurnas 2011 berduet dengan Gloria.

Dari sekian gelar juara yang di dapatnya, ia menyebut dua turnamen yang paling mengesankan untuknya. Yang pertama ketika ia bisa menyabet double winner di Sirnas Bandung pada tahun 2011. Yang kedua saat bersama Arya maulana mampu merebut gelar Tangkas Alfamart Junior Challenge 2011.

“Atmosfir pertandingannya berbeda dengan turnamen Sirnas. Di turnamen Tangkas Alfamart, saya membawa nama negara Indonesia dan di final saya harus melawan pasangan dari Korea Selatan dan menangnya pun tidak mudah. Rasanya merinding waktu saya dan Arya menerima medali,” kenang Edi yang pada saat menerima kalungan medali sampai menitikkan air mata.

Edi yang kini mulai yakin menapak karir di dunia bulutangkis tidak akan pernah melupakan jasa ayahnya yang sejak kecil melatihnya. “Sejak kecil, saya di arahkan dan di latih oleh bapak saya, karena kebetulan bapak saya pelatih bulutangkis,” ceritanya. Hadiah yang ia terima dari berbagai turnamen pun ia sisihkan untuk membantu orang tuanya. “Hadiah yang saya terima saya kumpulkan, sebagian saya sisihkan untuk orang tua di Sidoarjo,” lanjutnya.

Edi masih mempunyai cita-cita besar yang ingin ia wujudkan di masa depannya. Di samping ingin mempunyai rumah sendiri, rupanya ia masih mempunyai cita-cita besar. “Saya ingin mempunyai lapangan bulutangkis sendiri dan meneruskan usaha orang tua saya membuka alat-alat olahraga,” tegasnya. Semoga cita-citamu tercapai. (AR)