Thailand Grand Prix Gold tidak begitu bersahabat bagi pemain tunggal merah putih. Tercatat dengan banyaknya atlet tunggal putra dan putri yang turun mengalami kekalahan, dan hanya meloloskan Alamsyah Yunus dan Sony Dwi Kuncoro ke babak 16 besar, sedangkan tunggal putri tak menyisakan satu pun wakil untuk berlaga hari ini (7/6).
Indonesia sudah kehilangan banyak wakilnya di babak pertama nomor tunggal putra yang berlangsung pada Rabu (6/6) pagi. Alrie Guna Dharma harus mengakui keunggulan Suppanyu Avihingsanon (Thailand) dengan 17-21, 16-21. Andre Marteen belum sanggup mengimbangi permainan Sony Dwi Kuncoro dan kalah 10-21, 13-21.
Mendung tak kunjung beranjak dari kubu merah putih. Punggawa Cipayung, Evert Sukamta harus kandas ditangan unggulan 12 asal India, Sourabh Varma. Ia kalah 11-21, 12-21. Memberi perlawanan ketat, Wisnu Yuli Prasetyo harus kembali takluk ditangan Sai Praneeth B. Menang 21-15, Wisnu hampir bisa memenangkan pertandingan, tetapi tampaknya dewi fortuna berpihak pada atlet India. Ia kalah tipis 23-25 di game kedua, sementara di game ketiga ia kalah 17-21.

Adi Pratama dan Riyanto Subagja pun menyusul angkat koper. Adi kalah dari Wong Choong Han dengan 7-21, 16-21 sementara atlet besutanRiyanto Subagja kalah dari atlet Hongkong, Nan Wei dengan 19-21, 9-21.
Kemenangan akhirnya dipersembahkan oleh Alamsyah Yunus. Ia berhasil menyingkirkan tunggal Singapura, Robin Gonansa dengan 21-18 dan 21-11. Di babak kedua, ia menantang tunggal lainnya yang meraih kemenangan di babak pertama, Shesar Hiren Rustavito. Atlet besutan PB Djarum ini, berhasil menang di babak pertama. Ia menundukkan atlet China Bin Qiao dengan 21-15 dan 21-9. Sayang keduanya sudah harus bersua di babak kedua.
Pada babak kedua yang berlangsung pada malam harinya, Alamsyah masih terlalu tangguh untuk Shesar atau yang akrab disapa Vito. Bertarung dalam tempo 36 menit, Alamsyah lolos ke babak 16 besar dengan 21-13, 21-15. Sedangkan satu wakil lain yang tersisa, Sony berhasil mengatasi Kuan Beng Hong dari Malaysia dengan 23-21, 14-21 dan 21-17.
Di sektor putri, Indonesia sudah harus tidak memiliki wakil usai Hera Desi kalah 18-21, 15-21 dari Li Han (China), dan Belaetrix Manuputty pun dipaksa menyerah 12-21, 14-21 oleh si cantik Wang Lin yang juga dari China. (IR)