
Rangkaian tur Eropa 2026 yang mencakup German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters belum menghasilkan gelar bagi Indonesia. Meski begitu, Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menilai performa atlet menunjukkan progres positif.
“Secara hasil memang belum maksimal, tetapi dari sisi performa dan daya saing terlihat peningkatan, terutama saat menghadapi pemain top dunia,” ujarnya.
Dari sektor tunggal putra, pelatih Indra Wijaya menyoroti penampilan Alwi Farhan yang mencapai perempat final All England dan runner-up Swiss Open. Kemenangan atas Li Shifeng di semifinal menjadi catatan penting, meski performa menurun di final akibat faktor recovery.
Di tunggal putri, pelatih Imam Tohari menilai progres sudah terlihat, namun konsistensi dan kontrol mental masih perlu ditingkatkan, terutama di laga final.
Sementara itu, dari sektor ganda putra, pelatih Antonius Budi Ariantho menyebut debut Raymond/Joachim di All England cukup menjanjikan, meski masih perlu pembenahan pada komunikasi, pertahanan, dan variasi permainan.
PBSI menegaskan, hasil tur Eropa ini menjadi evaluasi penting untuk meningkatkan konsistensi, fisik, serta kesiapan mental atlet menghadapi ketatnya persaingan dunia ke depan.
