Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > Firda Wakil Terakhir Tim Putri Indonesia
08 April 2011
Firda Wakil Terakhir Tim Putri Indonesia
 
 

Tim putri Indonesia akhirnya hanya berharap pada Adrianti Firdasari setelah perwakilan lainnya di tunggal dan ganda putri gugur kemarin (7/4) di turnamen Australian Open Grand Prix Gold 2011 yang berlangsung di Melbourne. Aprilia Yuswandari kalah 19-21, 12-21 dari Porntip Buranaprasertsuk (Thailand), sedangkan Nitya Krishinda Maheswari/Anneke Feinya Agustine kalah 17-21, 21-9, dan 15-21 dari pasangan Hongkong, Poon Lok Yan/Tse Ying Suet.

Firda sampai saat ini masih bermain dengan baik dan belum kehilangan satu set pun. Atlet Pelatnas tersebut kemarin mengandaskan atlet Taipei, Pai Yu Po dengan skor 21-15 dan 21-11. Di perempat final hari ini, Firda harus mempersiapkan segalanya lebih lagi karena lawannya adalah Wang Lin, Juara Dunia tahun lalu.

Wang Lin mengalahkan nama-nama besar seperti Tine Baun (d/h Tine Rasmussen), Wang Xin, dan Yip Pui Yin di Kejuaraan Dunia tahun lalu, namun ia sempat patah di tangan Maria Febe Kusumastuti saat turun di China Masters Super Series sebulan setelahnya. Sejak itu, Wang Lin pun “dikandangkan,” dan baru kelihatan lagi di Melbourne kali ini. Kita tidak tahu seperti apa perkembangan Wang Lin, namun yang pasti, Firda harus tetap waspada dan bermain maksimal.

Harapan juga masih tersampir pada bahu pasangan ganda campuran unggulan keenam, Nova Widianto/Vita Marissa yang melaju ke perempat final dengan menundukkan Shoji Sato/Shizuka Matsuo (Jepang) dengan skor 21-9 dan 21-19. Pasangan senior ini akan bertemu pasangan senior lainnya, yakni, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam, unggulan pertama asal Thailand yang kemarin menang tanpa peluh 7-2 atas Gan Teik Chai/Ng Hui Lin (Malaysia) yang mundur di tengah pertandingan karena cedera.

Tentunya masing-masing dari kedua pasangan ini sudah mengenal gaya bermain pasangan dan lawannya karena selain sama-sama sudah berkecimpung di dunia ini begitu lama, Vita dan Saralee juga beberapa kali berpasangan di ganda putri. Nova/Vita sebelumnya pernah dua kali menang dari Sudket/Saralee pada tahun 2004. Bagaimana dengan reuni tujuh tahun kemudian di Melbourne kali ini?

Tommy Tundukkan Pemain Unggulan

Langkah mantan pemain bulutangkis pelatnas, Tommy Sugiarto masih mantap pada kejuaraan Australian Open Grand Prix 2011. Tommy masih bisa terus melaju sampai babak perempat final. Di babak kedua, Tommy yang menempati unggulan ke sembilan mampu menundukkan pemain yang memiliki unggulan di atasnya. Kazushi Yamada pemain Jepang yang berada pada unggulan ke lima dan memiliki peringkat ke 25 dunia bisa di taklukannya dalam waktu 35 menit dengan kedudukan akhir 21-12, 21-10.

Sebelum menuju babak semifinal, Tommy harus menghadapi pemain yang berada pada puncak unggulan, Boonsak Ponsana dari Thailand. Keduanya pernah bertemu pada kejuaraan Djarum Indonesia Open tahun 2005. Waktu itu Tomy kalah straight set dengan 12-15, 5-15.

Di ganda putra, Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan masih terlalu tangguh bagi Ferdi Mak/Nelson Oon dari Selandia baru. Hanya dalam 18 menit unggulan ke dua ini menang dengan 21-14, 21-14. Di babak perempat final Alvent/Hendra akan bertemu pemain China Taipei Chung Jen Chen/Yen Jui Lin. Ini merupakan kali pertama bagi kedua pasangan ini bertemu. Sayangnya langkah mereka tidak diikuti oleh Ericson Rusdianto/Tri Kusumawardana. Pasangan ini menyerah di tangan unggulan ke tiga asal Malaysia, Teik Chai Gan/Bin Shen Tan dengan 14-21, 5-21. (DC/AR)