Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > [Hydroplus Sirnas A DKI Jakarta 2026] Adaptasi Bola Berat, Unggulan Pertama Ruzana Melaju ke Perempat Final
05 Agustus 2026
[Hydroplus Sirnas A DKI Jakarta 2026] Adaptasi Bola Berat, Unggulan Pertama Ruzana Melaju ke Perempat Final
 
 

Tunggal dewasa putri unggulan pertama, Ruzana, sukses mengamankan tiket perempat final Sirkuit Nasional (Sirnas) A DKI Jakarta 2026. Kepastian ini didapat setelah Ruzana menaklukkan wakil klub Bina Bangsa Raya (Jakarta Selatan), Shafa Alya Ramadhani, lewat pertarungan dua game langsung dengan skor 21-14, 21-15 di Gelanggang Remaja Tanjung Priok, Jakarta, pada Rabu (5/8).

Melakoni laga perdananya di turnamen ini, Ruzana bersyukur bisa melewati rintangan awal dengan lancar dan tanpa cedera. Kendati menang straight game, ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan shuttlecock di awal-awal pertandingan.

"Alhamdulillah hari ini main pertama diberikan kemenangan dan tanpa cedera. Dari awal sampai akhir bisa bermain normal, tapi beberapa kali masih menyesuaikan lapangan dan kondisinya," ujar Ruzana seusai pertandingan.

Lebih lanjut, Ruzana mengungkapkan bahwa tempo permainan yang cenderung lambat di pertandingan tersebut murni disebabkan oleh karakter bola yang digunakan. Ia harus memutar otak dan memanfaatkan pukulan tipuan untuk mendulang poin.

"Tadi sih bolanya yang lambat dan sangat berat. Beberapa kali aku belum menyesuaikan, terus setelah tahu pola mainnya dia dan bolanya juga berat, baru bisa dapet mainnya setelah beberapa poin dari bola kedut," jelasnya.

Menyambut turnamen ini, Ruzana menyebut persiapan yang dilakukannya sudah cukup matang, meskipun ia sempat mengalami sedikit kendala kesehatan jelang hari pertandingan. "Persiapannya cukup oke ya. Cuma minggu terakhir ini ada sakit sedikit, tapi masih bisa diatasi," tambahnya.

Pada babak perempat final nanti, Ruzana sudah ditunggu oleh Joanne Purusatami Putri Handoko, wakil dari klub Vios (Jakarta Timur). Berstatus sebagai unggulan teratas, Ruzana sangat menyadari ekspektasi untuk keluar sebagai kampiun. Meski optimis bisa merengkuh podium tertinggi, ia memilih untuk fokus memenangi laga satu per satu.

"Peluangnya sangat terbuka buat semua. Buat saya pribadi, saya yakin dan percaya bisa juara satu, harus optimis. Cuma saya juga nggak mau membebani diri, jadi mikirnya nggak mau terlalu jauh sampai ke sana, harus fokus satu-satu (pertandingan) dulu," tegas Ruzana.

Di turnamen ini, Ruzana juga terus memantau peta persaingan sektor tunggal dewasa putri. Ia secara khusus mewaspadai beberapa pemain yang dinilainya memiliki kualitas mumpuni. (NFA)