Sirkuit Nasional
Home > Berita > SIRKUIT NASIONAL > [Hydroplus Sirnas B Bali 2026] Ingin Lampaui Prestasi Sang Paman, Ini Awal Mula Keponakan Tontowi Ahmad Jatuh Cinta pada Bulu Tangkis
30 Oktober 2026
[Hydroplus Sirnas B Bali 2026] Ingin Lampaui Prestasi Sang Paman, Ini Awal Mula Keponakan Tontowi Ahmad Jatuh Cinta pada Bulu Tangkis
 
 

Darah bulu tangkis mengalir dalam diri Zhaafira Khoerunnisa. Atlet ganda pemula putri PB Djarum yang akrab disapa Fira ini merupakan keponakan dari legenda bulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad. Meski tumbuh di tengah keluarga yang dekat dengan olahraga tepok bulu, perjalanan Fira hingga akhirnya jatuh cinta pada bulu tangkis ternyata tidak terjadi begitu saja.

Saat ini, Fira tengah berjuang mengukir prestasi di ajang Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas) B Bali 2026 yang berlangsung di GOR Liga Bali Arena. Pada turnamen kali ini, ia berpasangan dengan Tiara Shaqeela Jasmine untuk bersaing dengan para pemain terbaik di kelompok usianya.

Ketertarikan Fira terhadap bulu tangkis bermula dari kebiasaannya menemani sang kakek menonton pertandingan hingga bermain di turnamen antarkampung (tarkam). Dari kebiasaan itulah, ia kemudian mulai mengenal dunia bulu tangkis lebih dekat. Sang kakek pun menjadi sosok yang pertama kali mendorongnya untuk menekuni olahraga ini.

“Awalnya ikut bulu tangkis karena diajak kakek. Saya sering diajak menonton dan bermain di tarkam setiap malam bersama kakek. Setelah itu, saya dimasukkan ke klub dekat rumah. Awalnya juga terpaksa mengikuti latihan karena disuruh kakek. Saat itu, saya belum sepenuhnya ingin menjadi atlet bulu tangkis,” cerita Fira.

Seiring berjalannya waktu, pandangan Fira terhadap bulu tangkis mulai berubah. Momen yang paling membekas sekaligus menjadi titik balik dalam perjalanannya adalah ketika melihat sang paman, Tontowi Ahmad, meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir.

Pencapaian sang paman membuat Fira merasakan kebanggaan yang luar biasa. Ia melihat bagaimana prestasi di lapangan mampu membawa kebahagiaan bagi keluarga sekaligus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Sejak saat itu, keinginannya untuk menjadi atlet bulu tangkis tumbuh semakin kuat.

“Mulai jatuh cinta dengan bulu tangkis itu saat melihat Om Owi juara Olimpiade. Saya benar-benar bangga dengan pencapaiannya. Beliau sangat dihargai banyak orang dan menjadi kebanggaan keluarga serta negara. Dari situ, saya benar-benar ingin mengikuti jejak Om Owi,” ungkapnya.

Keinginan Fira untuk mengikuti jejak sang paman tidak hanya sebatas kekaguman terhadap prestasi yang telah diraih. Tontowi juga turut memberikan dukungan dan motivasi agar Fira tetap bersemangat menjalani proses panjang sebagai seorang atlet.

Bagi Fira, dukungan tersebut menjadi semakin berarti karena ia harus menjalani kehidupan jauh dari orang tua. Tinggal di asrama untuk pertama kalinya tentu bukan hal yang mudah bagi seorang atlet muda. Ia dituntut untuk belajar mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, sekaligus menjaga kedisiplinan dalam menjalani latihan dan pertandingan.

“Om Owi sering memberikan motivasi dan pesan kepada saya. Karena sekarang jauh dari orang tua dan baru pertama kali tinggal di asrama, Om Owi selalu mengingatkan saya untuk tetap semangat agar bisa menjadi penerusnya, bahkan meraih prestasi yang lebih tinggi,” tutur Fira.

Perjalanan Fira masih panjang. Di usianya yang terbilang muda, ia masih memiliki banyak kesempatan untuk terus berkembang, mengasah kemampuan, dan menambah pengalaman bertanding. Namun, satu hal yang sudah tertanam dalam dirinya adalah tekad untuk tidak sekadar mengikuti jejak sang paman, melainkan berusaha melampaui pencapaian yang telah ditorehkan Tontowi Ahmad.

Harapan besar itu menjadi penyemangat bagi Fira untuk terus berlatih dan berjuang. Ia menyadari bahwa prestasi tidak datang dengan mudah, tetapi membutuhkan kerja keras, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar.

“Harapan saya, semoga prestasi saya bisa melebihi Om Owi,” pungkas Fira.