Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Korea Masters 2015] Jonatan Harapan Terakhir
06 November 2015
[Korea Masters 2015] Jonatan Harapan Terakhir
 
 

Jonatan Christie menjadi harapanterakhir bagi Indonesia untuk bisa meraih gelar juara dari nomor tunggal. Ia menjadi satu-satunya atlet tunggal putra Indonesia yang berhasil lolos dari babak ketiga dan menembus babak perempat final  pada kejuaraan bulutangkis Korea Masters 2015 setelah dua rekannya kandas.

Bertanding menghadapi pemain Jepang Hashiru Shimono, pemain yang biasa di sapa dengan panggilan Jojo ini harus bermain ketat selama hampir satu jam. Jojo sempat kalah tipis di game pertama dengan 21-19. Rupanya ia butuh waktu untuk bisa membaca permainan lawan. Terbukti di game kedua dan ketiga ia bisa mendikte lawan dan menang telak dengan dengan 21-12, 21-9.

Pertamanya saya memang masih bingung, masih membaca-baca lawan. Selain itu karena cuaca di sini dingin, rasanya otot kaki saya masih berat, berbeda dengan kemarin di mana saya bermain dua kali dan di pertandingan kedua, mainnya lebih enak karena sudah lebih panas,” ujar Jojo kepada badmintonindonesia.org.

“Di game kedua dan ketiga, saya menang telak. Saya sudah mengetahui cara main lawan. Saya tidak mau bermain bertahan seperti game pertama, lawan lebih enak menyerang. Namun kalau kita serang duluan, dia sepertinya kurang cocok dengan pola seperti ini. Hal inilah yang saya lakukan di game kedua dan ketiga,”  lanjutnya.

Jojo masih memiliki peluang besar untuk menembus babak empat besar. Lee Dong Keun, pemain Korea Selatan yang menempati unggulan ke-4 dan akan menjadi lawan Jojo di babak delapan besar pernah di kalahkan pada pertemuan pertama yang terjadi pada turnamen Korea Open Super Series 2015.

Sudah lama juga tidak ke babak perempat final, semoga saya bisa mengulang kemenangan melawan Lee besok. Persiapan saya mesti lebih bagus, karena shuttlecock yang digunakan agak berat. Artinya saya harus mengeluarkan ekstra tenaga dan fisik,” tuturnya.

Dua rekannya yang ikut berada di babak ketiga akhirnya kandas. Muhammad Bayu Pangisthu gagal membuat kejutan tambahan. Pemain bertubuh jangkung ini di kalahkan pemain tuan rumah Ha Young Woong dengan 14-21, 8-21. Sementara itu Reksy Aureza Megananda menyerah di tangan pemain Jepang Kenta Nishimoto dengna 22-21, 8-21. (AR)