Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Piala Sudirman 2015] Tampil Sebagai Semifinal Menjadi Hasil Maksimal
18 Mei 2015
[Piala Sudirman 2015] Tampil Sebagai Semifinal Menjadi Hasil Maksimal
 
 

Menjadi semifinalis merupakan prestasi terbaik Indonesia pada perebutan Piala Sudirman 2015 yang berlangsung di Dongguan, China. Prestasi ini masih lebih baik jika dibandingkan dua tahun lalu saat kejuaraan serupa di langsungkan di Kuala Lumpur Malaysia. Pada perebutan Piala Sudirman 2013 lalu, Indonesia hanya bisa bertahan di babak perempat final usai ditaklukan oleh tim China 2-3.

Perjalanan Indonesia menuju babak semifinal di awali pada babak pernyisihan di grup 1 C bersama tim Eropa yang di wakili Denmark dan Inggris. Betemu Inggris di pertandingan perdana, Indonesia unggul tipis, 3-2. Ganda campuran yang menjadi nomor tradisional Indonesia akhirnya lepas setelah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah dari pasangan suami istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock. Nomor  tunggal putra seperti yang sudah di perkirakan juga lepas. Indonesia yang diwakili oleh Jonatan Christi kalah dari Rajiv Ouseph. Indonesia merebut kemenangan dari Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Lindaweni Fanetri dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Bertanding menghadapi Denmark, Indonesia juga hanya bisa menang tipis 3-2. Lagi-lagi kemenangan di raih dari Ganda putra, putri serta tunggal putri yang kali ini di percayakan kepada Bellaetrix Manuputty. Praveen Jordan/Debby Susanto serta Firman Abdul Khalik gagal mempersembahkan angka kemenangan. Kemenangan dari Denmark membuat Indonesia tampil sebagai juara Grup 1 C dan bertemu dengan China Taipei di babak Play off.

Di babak perempat final Indonesia unggul 3-1 dari China Taipei. Kali ini Nomor tunggal putra mampu mempersembahkan angka kemenangan melalui Jonatan Cristie yang mengalahkan Hsu Jen Hao, pemain peringkat 24 dunia. Kekalahan dialami oleh Bellaetrix Manuputty yang ditaklukan Tai Tzu Ying. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan serta Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tetap tampil menjadi penyumbang angka.

Berjuang menghadapi Cina di babak semifinal, Indonesia tampil dengan kekuatan penuh. Kembali Ahsan/Hendra tampil menawan dengan mengalahkan Cai Yun/Fu Haifeng. Bellaetrix Manuputy yang bermain baik di awal game pertama harus menerima pil pahit. Ia harus mundur dari karpet hijau dan memberikankemenangan pada Li Xuerui.  Saat unggul 5-2 Bellaetrix mendapat cedera pada kaki kirinya.

Jonatan Cristie pun belum bisa berbuat banyak. Ia kalah dua game dari Chen Long yang juga merupakan pemain nomor satu dunia. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari sempat membuat tim Indonesia berbesar hati saat mampu merebut game pertama dari pasangan dadakan Yu Yang/Tang Yuanting. Namun sayang di dua game tersisa, juara AsianGames 2015 ini harus menelan kekalahan. Indonesia pun kalah 1-3 dari China.

Semua pemain sudah melakukan yang terbaik. Babak-babak sebelumnya, semua tim yang melawan China kalah 5-0 atau 3-0. Tapi kita bisa mencuri satu angka dan memberikan perlawanan sngit kepada mereka,” ujar Manajer tim Indonesia, Rexy Mainaky kepada badmintonindonesia.org.

Ia pun mengevaluasi  penampilan Jonatan Cristie dan Bellaetrix Manuputty.  “Kalau ketemu di final, China pasti lebih presure. Ini menjadi penalaman berharga buat Jonatan. Semoga dia bisa lebih baik lagi dalam pertandingan penting. Dan kalau Bella tidak cidera, dengan melihat percaya dirinya melawan Li Xueri kemarin, saya sakin hasilnya bisa lain. Secara keseluruhan, dengan perpaduan antara pemainsenior dan junior, tentu saja ini akan menjadi warning buat China dan akan bagus ke depannya buat regenerasi Indonesia,” lanjutnya.

‘Greysia/Nitya kekalahanmereka di game kedua terlalu di pkasakan. Seharusnya kalau paksa tekan tidak tembus, jangan di teruskan dulu. Harus lebih banyak redam ola tekan dengan defence dulu bari balik menekan,” sambung Rexy.

“Untuk Hendra/Ahsan, ini diharapkan bisa mengembalikan feeling kemenangan mereka untuk kedepannya,” pungkas mantan pasangan Ricky Subagja ini.  (AR)