
Dengan hasil ini maka skor head to head mereka kembali berjarak menjadi 2-4, untuk Alwi.
“Pastinya tetap bersyukur bisa melaju sejauh ini tapi sangat disayangkan hari ini saya rasanya bermain terus tertekan. Memang Alex mempunyai power yang sangat kuat, itu kelebihan dari dia yang kurang bisa saya antisipasi. Jadi saya akan kembali lebih kuat secepatnya dan mencoba fokus persiapan untuk Indonesia Open,” kata Alwi usai pertandingannya di Singapore Indoor Stadium.
Pertemuan terakhir Alwi dengan Lanier terjadi di Piala Thomas 2026 lalu. Di pertandingan grup D, Alwi kalah 16-21, 19-21.
Alwi mengatakan Lanier terus mencoba menekannya sejak awal game. Power Lanier yang kencang membuat Alwi sulit untuk keluar dari tekanan.
“Tidak ada perbedaan kondisi lapangan hanya Alex aja yang mencoba terus menekan saya. Jadi memang saya terus merasakan pressure yang berlebihan karena powernya sangat eksplosif dan sangat kencang, membuat saya susah keluar dari tekanan. Tadi juga beberapa momen bola tanggung yang seharusnya saya bisa poin, dia berhasil membalikkan, itu berpengaruh ke permainan pada akhirnya,” papar Alwi.
Alwi berharap ia bisa melangkah lebih jauh, hingga ke pertandingan puncak. Sayang kali ini ia belum bisa mendapatkannya. Alwi mengaku akan mengevaluasi penampilannya, agar lebih maksimal di Polytron Indonesia Open 2026 mendatang.
“Semua sebenarnya sudah dipersiapkan tapi memang jalannya nggak sesuai apa yang saya mau tapi ya pasti saya harus belajar dan evaluasi lebih mendalam apa sih yang menjadi kelebihan yang kurang bisa saya antisipasi. Dan itu menjadi modal utama ketika nanti bertemu lagi,” jelas Alwi. (NFA)
