
Tiket babak semifinal Khiladix.com Dubai Badminton Asia Championships 2023 powered by Floki, berhasil diraih oleh tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. Hasil itu ia didapatkan usai di perempat final, Jumat (28/4), mampu mengalahkan juara All England 2023 asal Tiongkok, Li Shi Feng.
Bertanding di Sheikh Rashid Bin Hamdan Indoor Hall, Al Nasr Club, Dubai, Uni Emirat Arab, pertandingan berlangsung sengit tiga game. Kalah 10-21 di game pertama, Anthony sukses memaksa terjadinya rubber game usai menang tipis 23-21 di game kedua. Pada game penentu, pertandingan kembali berlangsung sengit hingga adu setting. Keberuntungan di pertandingan tersebut akhirnya berpihak pada Anthony usai menang tipis 26-24 atas Li.
“Bersyukur, puji Tuhan sekali dengan apa yang sudah terjadi hari ini. Ini merupakan pertandingan penting buat saya maupun buat Li Shi Feng jadi saya sangat senang bisa memenangkannya. Saya bisa mengelola perjuangan saya, naik dan turun sepanjang laga di lapangan. Ini merupakan laga yang ketat terutama di game ketiga,” ungkap Anthony.
“Terima kasih kepada semua supporter yang sudah mendukung saya di sini, saya seperti bermain di rumah, bermain di Jakarta,” tuturnya.
Mencoba lebih tenang, menjadi kunci kemenangan Anthony di game kedua dan ketiga.
“Di poin-poin akhir baik game kedua dan ketiga saya mencoba bermain lebih tenang. Bolanya kan kencang jadi dari penggunaan pukulan-pukulannya harus tepat. Terutama di depan net ya karena kalau feeling-nya tidak pas, bolanya bisa keluar atau tanggung,” jelasnya.
Tak hanya itu, Anthony pun mengomentari peampilan Li di pertemuan kedua mereka kemarin. Sebelumnya di pertemuan pertama, Anthony mampu memenangkan pertandingan melawan Li di ajang India Open 2023 dengan 21-11, 17-21, 21-18.
“Saya lihat bermain lebih percaya diri setelah kemarin di juara All England kalau dibandingkan pertemuan pertama kami lalu. Jadi tadi di lapangan saya coba mengadu saja dengan dia,” tutup Anthony.
Selanjutnya di babak semifinal hari ini, Sabtu (29/4), Anthony akan berhadapan dengan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama. (AH/Humas PBSI)
