
Kejuaraan besar level Super Series kembali akan digelar. Jepang menjadi tempat incaran bagi para pebulutangkis dunia. Kejuaraan berhadiah total USD 300.000,- selalu menarik untuk di ikuti. Pasalnya kejuaraan ini dulunya sering di sebut-sebut sebagai All Englandnya Asia Karena di kejuaraan ini para pebulutangkis terbaik dunia berdatangan untuk merebut gelar juara.
Di tahun ini, pemain Top dunia menyatakan diri akan ambil bagian. Tak terkecuali ganda putra terbaik Indonesia saat ini, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Perjalanan Ahsan/Hendra menuju Tokyo di iringi kabar perceraian yang sudah di amini oleh pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi. Ahsan/Hendra akan di pisah dan akan mendampingi para juniornya.
“Hendra/Ahsan sudah waktuya membantu pemain pelapis untuk berbagi pengalaman untuk menjadi pemain yang matang. Hendra berpasangan dengan Rian, dan Ahsan dengan Berry,” ungkapnya kepada badmintonindonesia.org beberapa waktu lalu.
Gelagat perpisahan Ahsan/Hendra tercium sejak awal tahun ini. Di tahun yang disebut sebagai tahun Monyet Api ini, hanya gelar Thailand Open Grand Prix Gold 2016 yang bisa dipersembahkan untuk tanah air oleh Ahsan/Hendra. Harapan-harapan untuk memetik gelar juara di kejuaraan lain juga kandas. Bahkan asa untuk membawa pulang medali emas dari ajang Olimpiade Rio 2016 juga pupus. Ahsan/Hendra tak berdaya di penyisihan grup dan tak mampu meneruskan perjuangan, bahkan untuk masuk babak perempatfinal sekalipun mereka tak bisa.
Lalu, apakah Japan Open Super Series Premier 2016 akan menjadi turnamen terakhir mereka ? (AR)
