Turnamen Internasional
Home > Berita > Turnamen Internasional > Pertama Kali Indonesia Rebut Piala Uber
06 Mei 2020
Pertama Kali Indonesia Rebut Piala Uber
 
 

Sejarah perebutan Piala Uber menyebutkan jika hanya ada lima negara yang saja mampu merebut piala lambang supremasi beregu putri. Negara-negara tersebut adalah Tiongkok, Jepang, Indonesia, Amerika Serikat dan Korea. Indonesia sukses membawa pulang tiga kali Piala yang menggunakan nama pemain putri dari Inggris Betty Uber. Indonesia merebutnya pertama kali pada tahun 1975. Lalu secara berturut-turut merebutnya kembali di tahun 1994 dan 1996.

Istora Senayan kembail menjadi saksi dahsyatnya kekuatan pebulutangkis putri Indonesia saat pertama kali merebut piala Uber di tahun 1975. Siapa yang menduga jika Srikandi putri Indonesia bisa merebut piala Uber ditengah dominasi Jepang di kancah bulutangkis putri dunia.  Masa itu Jepang membawa Hiroe Yuki yang baru saja menjadi juara All England 1975. Juara ganda putri All England 1975 Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa ikut diboyong oleh negeri matahari terbit. Tiongkok waktu itu belum dapat berpartisipasi dalam perebutan piala Uber karena belum bergabung dengan badan bulutangkis dunia yang saat itu bernama International Badminton Federation (IBF).

Indonesia memulai pertandingan dengan menelan kekalahan 1-0 dari Jepang. Theresia Widiastuty yang turun di partai pertama belum bisa menaklukkan juara All England 1975 Hiroe Yuki. Theresia kalah 7-11, 7-11. Pada partai kedua, Indonesia mengandalkan Taty Sumirah. Juara Nasional 1974 ini rupanya bisa menjawab tugas yang diembannya dengan kemenangan. Taty menundukkan Atsuko Tokuda dengan 11-5, 11-2.  Kedudukan pun berubah imbang 1-1. Indonesia kembali tertinggal 1 – 2 saat Utami Dewi menyerah pada Noriko Nakayama dengan 5-11, 3-11.

Siapa yang bisa menduga jika sisa empat partai berikutnya yang memainkan nomor ganda disikat habis oleh para pemain putri Indonesia tanpa balas. Hasil gemilang dari ganda putri membuat Indonesia menang atas Jepang dengan kedudukan akhir 5-2.

Dimulai keperkasaan pasangan Minarni/Regina Masli yang menang atas juara tiga kali All England Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa dengan rubber game 15-6, 6-15, 15-9. Lalu Theresia Widiastuty/Imelda Wiguna menambah kemenangan bagi Indonesia setelah menang dari Hiroe Yuki/Mika Ikeda dengan 15-4, 15-9. Kemenangan Indonesia ditentukan oleh pasangan Minarni/Regina Masli yang menang dari Yuki/Ikeda dengan skor 15-8, 15-11. Indoesia menang 4-2 atas Jepang. Satu partai sisa tetap dimainkan walau Indonesia sudah unggul dari Jepang. Pasangan Theresia Widiastuty/Imelda Wiguna melengkapi kemenangan 5-2 Indoneia atas Jepang usai membungkam Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa dengan 17-14, 15-0. Bagi Theresia/Imelda kemenangan ini sekaligus membalas kekalahannya dari lawan yang sama yang ditemui pada babak final All England 1975. (AR)