
Pasangan ganda putra andalan Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, menyambut keikutsertaan mereka di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan motivasi ekstra. Mengikuti pemusatan latihan di Tokyo sejak Senin (14/9), pasangan berjuluk The Babies ini mengaku siap tampil dengan mentalitas yang lebih berani.
Daniel Marthin mengungkapkan bahwa sesi latihan di NTT Central Training Center, Chofu, Tokyo, berjalan dengan sangat baik dan suasana tim sangat mendukung untuk membangun fokus.
"Hari ini latihannya berjalan cukup baik, programnya masih sekadar me-maintain latihan kami yang sudah dilakukan di Indonesia kemarin. Suasana di sini sangat enak dan kebersamaan tim mulai terbangun dengan kuat. Semoga trennya terus positif dari hari ke hari," ungkap Daniel.
Bagi Leo/Daniel, Aichi-Nagoya 2026 merupakan penampilan kedua mereka di ajang multievent terbesar se-Asia tersebut. Kegagalan mendulang medali di Asian Games Hangzhou edisi sebelumnya tak lantas membuat mereka terpuruk. Sebaliknya, hal itu dijadikan bahan evaluasi penting untuk unjuk gigi tahun ini.
"Kegagalan di Asian Games Hangzhou kami jadikan pelajaran dan pengalaman berharga. Kami harus memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi. Di Nagoya nanti, kami harus tampil lebih berani," tegas Leo.
Kepercayaan diri ganda putra kebanggaan Tanah Air ini memang tengah meningkat tajam. Pasalnya, mereka datang ke Jepang membawa modal yang sangat berharga. Leo/Daniel baru saja menjuarai ajang Thailand Open 2026 dan sukses menumbangkan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada babak pertama turnamen China Masters beberapa waktu lalu.
Kendati membawa tren positif, kampiun Thailand Open 2026 ini enggan jemawa. Mereka sadar betul bahwa persaingan di Asian Games sangat ketat dan ancaman bisa datang dari mana saja.
Mereka menegaskan bahwa lawan berat di lapangan nanti bukan hanya pasangan nomor satu dunia tersebut. Oleh karena itu, menjaga kewaspadaan tingkat tinggi, tidak meremehkan lawan mana pun, dan tetap fokus di setiap pertandingan menjadi harga mati bagi Leo/Daniel demi mengamankan keping medali untuk Merah Putih. (NFA)
