Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014] Andrei/Hendra Raih Gelar Juara
21 Juli 2014
[Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014] Andrei/Hendra Raih Gelar Juara
 
 

Sumber foto: bwfbadminton.org

Pemian jebolan PB Djarum Andrei Adistia dan pasangannya Hendra Aprida Gunawan, akhirnya meraih gelar juara di turnamen Chinese Taipei Open GP Gold 2014. Di partai puncak, pasangan rangking ke 93 dunia ini berhasil menumbangkan pasangan China, Li Junhui/Liu Yuchen dalam waktu 57 menit. Untuk memenangkan pertandingan ini, mereka harus melalui pertarungan rubber game dengan skor akhir, 21-14, 16-21 dan 21-16.

Saat dihubungi dari Jakarta, Andrei pun mengaku dirinya sangat senang sekali bisa menjadi juara di turnamen ini. Sejak dipasangkan dengan Hendra pada bulan Januari lalu, ini adalah gelar pertama bagi mereka. Tentunya, ini menjadi awal bagi mereka untuk meraih gelar di setiap turnamen yang diikutinya. Ia pun berharap di akhir tahun ini, mereka bisa masuk ke jajaran 20 besar dunia.

“Ini adalah hadiah lebaran terbesar bagi keluarga saya tentunya. Selain itu juga, gelar ini saya dedikasikan buat klub PB Djarum dan pelatih yang sudah memberi kepercayaan kepada saya serta teman special (Maria Febe) yang selalu menDo'akan saya. Tentunya juga kepada para pecinta bulutangkis Indonesia,” tambahnya.

Mengenai pertandingan tersebut, Andrei pun menuturkan, sebagai pasangan yang tidak diunggulkan. Tentunya mereka tidak terbebani dengan pertandingan tadi. Jelasnya mereka hanya bermain dan keluarkan segala kemampuan yang dimilikinya. Hasilnya game pertama, mereka bisa meraihnya.

Tetapi sayang, di game kedua mereka terlalu terburu-buru, akibatnya banyak melakukan kesalahan sendiri dan terlepas dari mereka. Di game penentu, mereka coba untuk kembali fokus dan terpenting bisa mendapatkan poin. Kegigihan mereka pun tidak sia-sia, game ini pun dapat diraih oleh mereka.

“Intinya sih, kami bermain lepas dan tetap fokus saat bertanding. Kami tidak memikirkan menang ataupun kalah yang terpenting, bagaimana caranya menghasil poin. Game kedua, kami mainnya terlalu terburu-buru, akibatnya banyak mati mati sendiri. Dari situ kami berusaha tenang dan tetap fokus,” sahutnya lagi. (DS)