
Tim Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2026 Indonesia sudah tiba di Yatsushiro, Kumamoto, Jepang pada Rabu (24/6) malam. Tak banyak diam, tim muda merah putih itu langsung menjalani latihan pagi tadi, Kamis (25/6) di lapangan latihan Yatsushiro City General Gymnasium, Kumamoto, Jepang.
Melihat dari persiapannya, tim merah putih terlohat sudah sangat siap untuk menghadapi lawan-lawannya yang tergabung di dalam grup D Bersama Korea, Makau dan Malaysia. Dikatakan Hendrawan, Tim Pemandu Bakat PBSI Putri yang juga hadir di sesi latihan pagi tadi, jika tim yang dibawanya ke sini merupakan pilihan terbaik.
“Tim Indonesia yang turun di sini adalah pemain terbaik yang kami pilih. Kebetulan Indonesia sendiri ada di grup yang kuat karena ada Korea dan Malaysia, ini jadi satu tantangan untuk mereka buat nunjukkin,” Ungkap Hendrawan.
“Mereka ada satu bulan persiapan latihan di Pelatnas, secara keseluruhan semua sudah baik gak ada yang cedera. Mudah-mudahan mereka bisa mengeluarkan hasil terbaik,” ucap Hendrawan.
“Kalau saya sendiri karena baru pegang junior jadi masih belum mengetahui detailnya seperti apa. Tetapi dari pelatih Pelatnas mereka juga sudah lebih mengerti dan kami di sini untuk berdiskusi dan membentuk kerjasama yang bagus di semua tim,” tutur Hendrawan.
Di sisi lain, di AJC kali ini untuk pertama kalinya menggunakan system Poin Relay. Format ini best of 3 sets yang artinya tim yang menang 2 set lebih dulu menjadi pemenangnya. Setiap set dimainkan hingga 55 poin relay, dan tim yang mencapai 55 poin lebih dulu, menjadi pemenang. Terdiri dari 5 pertandingan tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.
Menanggapi hal itu, Hendrawan meyakini jika atlet-atlet Indonesia sudah siap menghadapi kondisi tersebut.
“Semestinya yang paling penting karena masih junior, faktor non teknis jadi perhatian kita. Karena junior biasa ada rasa takut kalah dan apalagi tim event kali ini ada sesuatu yang baru ryaitu elay poin, jadi berani dulu mengeluarkan permainan erbaikbnya. Karena kalau faktor non teknisnya gak ngeluarin yang terbaik dulu, itu sulit. Jadigharus mengeluarkan yang terbaik dulu,” papar Hendrawan.
“Dengan format baru di tim event ini, semua jadi imbang dan punya pelaung, siapa yang berani main, jadi begitu masuk lapangan harus langsung on. Kita sudah melalkukan persiapan dengan simulasi juga sebelum datang ke sini dengan sistem tersebut, jadi harusnya mereka sudah siap tampil,” pungkas Hendrawan.(AH)
