
Ganda putri Indonesia Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu membuka perjalanan sebagai pasangan baru di Daihatsu Indonesia Masters 2026 dengan cukup meyakinkan. Menjalani babak pertamanya, Lanny/Apriyani menjegal wakil China Bao Ling Jing/Li Yi Jing dua game langsung 21-14, 21-13.
Momen pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), menjadi langkah awal Lanny/Apriyani di turnamen ini. Keduanya mengaku bersyukur bisa menjalani debut dengan mulus.
“Pertama-tama kami bersyukur hari ini bisa memenangkan pertandingan dan juga tidak mengalami cedera. Untuk pasangan baru seperti kami, ini sangat berarti,” ujar Apriyani.
Menurut Apriyani, pada awal pertandingan dirinya dan Lanny masih saling mencari ritme permainan. Minimnya pengalaman bertanding bersama membuat keduanya perlu waktu untuk menyesuaikan pola, rotasi, dan pengambilan keputusan di lapangan.
“Dari awal memang masih nyari-nyari. Saya kan dengan pasangan baru, begitu juga lawan sebenarnya pasangan baru juga. Jadi saya coba tekankan ke diri sendiri untuk main habis dulu, sambil pelan-pelan nemuin pola permainan kami,” jelas Apriyani.
Apriyani menyebut kondisi tersebut justru membuka peluang. Ketika lawan masih terlihat ragu, ia dan Lanny berusaha mengambil inisiatif untuk menekan dan mengendalikan permainan. “Mereka juga terlihat kagok-kagok, jadi kami ambil kesempatan dari situ,” tambah Apriyani.
Bermain di Istora kembali menghadirkan pengalaman emosional tersendiri bagi Apriyani. Dukungan penonton yang memenuhi arena menjadi energi tambahan, sekaligus motivasi untuk menampilkan permainan terbaik bersama Lanny.
“Saya bersyukur bisa main di Istora lagi, apalagi dengan pasangan baru. Saya mau upayakan yang terbaik bersama Lanny, step by step, supaya kami bisa terus memenangkan pertandingan,” ucap Apriyani.
Dalam proses adaptasi, komunikasi menjadi aspek utama yang terus dibenahi. Apriyani menegaskan bahwa ia dan Lanny berusaha berkomunikasi di lapangan dan bahkan untuk detail kecil. “Adaptasi pasti ada. Pola permainan kami harus terus dibangun. Kami selalu komunikasi, bagaimana ambil poin satu per satu, bagaimana main di setiap situasi. Itu yang terus kami benahi,” paparnya.
Sementara itu, Lanny Tri Mayasari menilai debut mereka berjalan cukup baik. Ia merasa latihan bersama sejak akhir tahun lalu membantu mempercepat proses adaptasi saat tampil di pertandingan resmi. “Untuk debutnya, menurut saya cukup baik. Rotasi juga sudah lumayan jalan. Kami dari akhir tahun sudah latihan bareng, jadi tidak terlalu kagok,” kata Lanny.
Lanny menambahkan, kesamaan karakter permainan menjadi keuntungan tersendiri bagi Lenny. Baik dirinya maupun Apriyani sama-sama memiliki kecenderungan bermain cepat dan agresif.
“Tipe main saya dan Kak Apri hampir mirip, sama-sama suka menyerang cepat. Jadi rotasi-rotasinya bisa lebih cepat terbentuk,” ujarnya.
Meski demikian, Lanny mengakui sempat menghadapi kendala di awal laga. Faktor kondisi lapangan dan kepercayaan diri masih menjadi tantangan yang harus ia atasi.
“Awal-awal saya masih meraba-raba lapangan, terutama soal arah angin. Pukulan jadi kurang pas dan sempat kurang percaya diri. Tapi setelah interval dan dapat arahan dari pelatih, saya coba lebih pede dan main lebih lepas,” ungkap Lanny.
Sementara itu, pasangan putri lainnya, yakni Febriana Dipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari juga melaju ke babak kedua setelah memenangkan pertandingan melawan pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Yeung Nga Ting. Ana/Trias menuntaskan perlawanan mereka dengan tiga gim 16-21, 21-14, 21-17. (NFA)
