Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Olimpiade 2016] Indonesia Ketiga, Negara Manakah Pemberi Bonus Terbanyak?
24 Agustus 2016
[Olimpiade 2016] Indonesia Ketiga, Negara Manakah Pemberi Bonus Terbanyak?
 
 

Hingar bingar kembalinya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dengan medali emas dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016 pada Selasa (23/8) sore, tak bisa lepas dari jumlah bonus fantastis yang diberikan kepada mereka. Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi pun secara simbolis memberikan bonus kepada Tontowi/Liliyana, juga kepada Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni yang sukses membawa medali perak.

Tontowi dan Liliyana berhak atas bonus masing-masing Rp 5 Milyar, tanpa potong pajak, sementara Eko dan Sri berhak mengantongi Rp 2 Milyar. Angka ini memang fantastis jika dibanding dengan Amerika Serikat yang “hanya” memberikan US$ 25,000 untuk setiap emas, atau sekitar Rp 340 juta.

Namun ternyata angka ini hanya menempatkan Indonesia diposisi ketiga. Dibawah Singapura, dan Taiwan. Berikut daftar bonus yang diberikan negara kepada setiap peraih medali di Olimpiade 2016 seperti yang dilansir oleh nexshark.com.

Singapura

Negeri tetangga, Singapura menyiapkan bonus sebesar SGD 1 Juta atau sekitar US$ 746,000 atau setara hampir Rp 10 milyar. Adalah Joseph Schooling yang akhirnya berhasil meraih medali emas melalui nomor 100 meter renang gaya kupu-kupu. Kabar ini pun begitu fantastis mengingat Schooling mengalahkan Michael Phelps. Sementara untuk peraih medali perak, Singapura menjanjikan US$ 378,000 (Rp 5 milyar) dan perunggu sebesar US$ 188,000 (Rp 2,5 milyar).

Taiwan

Taiwan berada di posisi kedua, dimana mereka menjanjikan bonus sebesar US$ 640,000 atau setara Rp 8,5 milyar. Sementara untuk peraih perak, mereka siap memberikan bonus US$ 223,000 setara hampir Rp 3 milyar, dan untuk perunggu sebesar US$ 160,000 atau setara Rp 2,1 milyar.

Indonesia

Indonesia menempati posisi ketiga dengan bonus Rp 5 milyar untuk emas, Rp 2 milyar untuk perak dan Rp 1 milyar untuk perunggu. Pemerintah pun memberikan Jaminan Hari Tua (JHT) yang besarannya Rp 20 juta untuk peraih medali emas perbulan seumur hidup, untuk perak sebesar Rp 15 juta dan unggul perunggu Rp 10 juta. Ini baru besaran bonus dari pemerintah, PBSI sendiri menjanjikan mengguyur bonus Rp 1 milyar untuk emas, dan pundi-pundi pun akan bertambah seiring penghargaan dari berbagai pihak lainnya.

Thailand

Negeri gajah putih, Thailand ada di urutan keempat. Peraih medali emas akan mengantongi US$ 287,000 atau sekitar Rp 3,9 milyar. Dan untuk peraih perak mereka mengurcurkan bonus sebesar US$ 172,000 atau sekitar Rp 2,3 milyar.

Azerbaijan

Azerbaijan memberikan peraih medali emas hampir setara US$ 250,000 atau sekitar Rp 3,3 milyar untuk peraih medali emas, Rp 1,6 milyar untuk perak dan Rp 820 juta untuk peraih perunggu.

Kazakhstan

Tak begitu berbeda dengan Azerbaijan. Kazakhstan pun memberikan peraih medali emasnya bonus sebesar Rp 3,3 milyar, sementara untuk perak dan perunggu Kazakhstan mengucurkan bonus sebesar hampir Rp 2 milyar dan hampir Rp 1 milyar.

Filipina

US$ 215,000 dikucurkan pemerintah Filipina untuk peraih medali emas. Angka ini setara dengan Rp 2,8 milyar, sementara untuk perak sebesar Rp 1,4 milyar dan peraih perunggu berhak atas Rp 570 juta.

India

India yang baru saja merayakan perak pertama dari atlet wanitanya usai Sindhu P Venkatta sukses sampai ke partai puncak, memberikan hampir Rp 2 milyar untuk emas, Rp 1,5 milyar untuk perak dan hampir Rp 1 milyar untuk perunggu. Di India pun tak hanya pemerintah yang memberikan bonus, banyak perusahaan swasta pun berlomba mengguyur peraih medali dengan bonus.

Korea Selatan

Sementara itu di negeri ginseng, peraih emas akan dikucuri bonus US 55,000 atau sekitar Rp 730 juta, Rp 350 juta untuk medali perak dan Rp 210 juta untuk perunggu. (RI)