
Gelar juara ganda campuran di ajang Daihatsu Indonesia masters 2026 berhasil diraih oleh wakil Malaysia, Chen Tan Jie/Toh Ee Wei. Hasil itu dipastikan setelah di laga final hari ini, Minggu (25/1) mengalahkan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje di Istora Senayan, jakarta.
Pada laga puncak yang berlangsung ketat tersebut, unggulan ketiga turnamen itu harus berjuang selama tiga gim sebelum memastikan kemenangan dengan skor 15-21, 21-17, 21-11.
Chen/Toh sempat mengalami kesulitan pada gim pertama. Permainan mereka belum berkembang dan harus mengakui keunggulan Christiansen/Boje.
Situasi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi yang membuat pasangan Malaysia itu tampil lebih solid dan konsisten pada dua gim berikutnya hingga mampu membalikkan keadaan.
Toh Ee Wei mengungkapkan bahwa ia dan Chen berusaha melewati momen sulit di awal pertandingan dengan tetap saling memotivasi dan menjaga fokus, terutama saat memasuki gim penentuan.
“Pertama-tama, terima kasih kepada Tuhan karena bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Pada gim pertama kami tidak bisa memainkan permainan dengan baik. Namun, kami mencoba untuk bangkit, terus saling menyemangati, dan fokus pada setiap poin, terutama di gim ketiga,” ujar Toh.
Menurut Toh, perubahan pendekatan permainan yang mereka lakukan berjalan efektif dan menjadi kunci keberhasilan meraih kemenangan di partai final.
Sementara itu, Chen Tan Jie menekankan pentingnya komunikasi dalam menghadapi setiap pertandingan. Ia menyebut komunikasi menjadi faktor utama, baik saat permainan berjalan sesuai rencana maupun ketika menghadapi tekanan di lapangan.
“Bagi kami, komunikasi sangat penting. Saya dan Toh selalu mencoba percaya pada kemampuan yang kami miliki dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan,” jelas Chen.
Kemenangan ini disebut Chen/Toh sebagai langkah awal untuk menghadapi tantangan ke depan. Toh menambahkan bahwa mereka masih harus terus belajar dari para pemain top dunia dan menjaga kepercayaan terhadap diri sendiri serta pasangan.
“Kami masih harus banyak belajar dari pemain-pemain terbaik. Yang terpenting adalah percaya pada diri sendiri, partner, pelatih, dan tim. Jangan mudah menyerah dan berani mencoba, itu yang paling penting,” tutur Toh.
Selain itu, Chen/Toh juga menyampaikan apresiasi kepada publik Istora yang memberikan dukungan luar biasa sepanjang pertandingan. Atmosfer Istora GBK disebut menjadi tambahan motivasi bagi mereka di lapangan.
“Terima kasih kepada semua pendukung di Istora dan para penggemar yang memberi kami semangat. Pertandingan hari ini luar biasa,” kata Toh.
Gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Chen/Toh. Mereka tercatat sebagai pasangan ganda campuran Malaysia pertama yang menjuarai Indonesia Masters sejak 2010. (AH)
