Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > Impresif! Yunior Jepang Taklukan China
04 Juli 2012
Impresif! Yunior Jepang Taklukan China
 
 

Indonesia dikejutkan dengan kabar terhentinya tim beregu Kejuaraan Asia Junior 2012 di babak perempat final. Di babak delapan besar itu, Indonesia yang diharapkan mampu membawa kabar gembira ini, gagal mengatasi yunior-yunior negeri Sakura. Mereka kalah telak tanpa balas, 0-3.

Kemudian, Jepang berhasil mengalahkan salah satu negara lain yang juga memiliki kultur kuat, Korea. Di semifinal mereka sukses ke final tanpa harus memainkan partai kelima, usai unggul 3-1. Dan di partai puncak yang digelar kemarin (4/7), Jepang untuk pertama kalinya mencatatkan sejarah sebagai juara beregu AJC.

Berjumpa dengan China, tak lantas membuat putra-putri Jepang gentar. Ganda campuran yang turun pertama Akira Koga/Akane Yamaguchi sukses membungkam ganda China, Pei Tianyi/Huang Yaqiong dalam pertarungan tiga game, 21-16, 17-21 dan 21-19.



Jepang memperlebar perolehan poin usai Kento Momota, jagoan utama di sektor tunggal putra sanggup membungkam Xue Song. Kalah 17-21, Kento yang mengalahkan Shesar Hiren Rustavito di perempat final kelompok beregu itu sanggup memenangkan dua game berikutnya dengan 23-21 dan 21-14.


 
Kemenangan pun dipastikan oleh ganda putra, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Ganda yang mengalahkan Edi Subaktiar/Arya Maulana Aldiartama itu, sukses mendulang poin untuk bisa menempati podium pertama usai menang 21-18 dan 21-15 atas Pei Tianyi/Zhang Ningyi.

Kemenangan ini menjadi catatan pertama Jepang dalam sejarah kejuaraan beregu campuran AJC yang baru digelar pada tahun 2006 lalu (sebelumnya, memakai format Thomas Uber, sejak 2006 menjadi format Sudirman - red). Dimana hanya tiga negara yang sebelumnya berhasil menjadi juara yakni Korea (2006), Malaysia (2007, 2009), China (2008,2010 dan 2011).

Melihat penampilan squad negara dari kawasa Asia Timur di kelompok beregu ini patut diwaspadai. Meskipun dalam sejarah AJC nomor perseorangan, Jepang tercatat baru satu kali meraih gelar yakni melalui Kenichi Tago pada tahun 2006 silam. (IR)