
Tim Piala Sudirman Indonesia akhirnya harus terhenti di babak semifinal. Pada babak semifinal yang dilangsungkan kemarin (16/5), tim Piala Sudirman Indonesia harus mengakui ketangguhan tim China dengan kedudukan 1-3.
Indonesia sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang selalu diturunkan sebagai lokomotif tim Piala Sudirman Indonesia bermain apik saat menghadapi mantan ganda putra nomor satu dunia Cai Yun/Fu Haifeng. Memiliki rekor kemenangan yang baik atas ganda China tersebut, Ahsan/Hendra menang straight game dengan 21-16, 21-17. Kemenangan Ahsan/Henra membuat posisi Indonesia unggul 1-0.
“Mereka sudah lama tidak berpasangan. Tapi walaupun begitu mereka merupakan salah satu legend bulutangkis juga. Mereka pernah menjadi juara Olimpiade, juara dunia berkali-kali, menurut saya mereka tetap bagus dan tetap solid. Hanya saat di lapangan kami lebih siap,” ujar Ahsan kepada badmintonindonesia.org.
“Hari ini puas dengan permainan kami. Tetapi secara keseluruhan kami belum bisa puas karena pertandingan masih berlanjut. Lawan pemain China ini kami harus banyakmelakukan inisiatif,” lanjut Hendra.
Bellaetrix Manuputty yang diturunkan sebagai tunggal putri Indoesia,harus memberikan kemenangan kepada Li Xuerui. Pemain yang biasa di sapa dengan sebutan Bella ini terpaksa mundur dari pertandingan karena cedera. Padahal posisi Bella sedang unggul 5-3.
Jonatan Cristie yang turun di nomor tunggal putra ini gagal mempersembahkan kemenangan. Menghadapi pemain nomor satu dunia Chen Long, Jonatan menyerah dengan, 10-21, 15-21.
“Pertahanan Chen Long rapat banget. Saya coba nyerang-nyerang terus, pas udah coba di pinggir gitu juga tetap kena terus. Chen Long lebih berpengalaman dari saya. Jadi dia juga tahu kapan harus nyerang, kapan net, kapan harus angkat. Saya masih jauh dibanding dia,” ujarnya. Setelah Bella dan Jonatan kalah Indonesia pun tertinggal 1-2 dari China.
Indonesia tadinya berhadap banyak dengan pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Harapan sempat terbersit saat juara Asian Games 2014 ini merebut game pertama dari pasangan China Yu Yang/Tang Yuanting dengan 21-17. Namun sayang di game kedua ganda utama Indonesia ini selalu dalam keadaan tertekan dan akhirnya menyerah dengan, 17-21, 15-21.
“Di game kedua kami sebenarnya terus berusaha menyerang seperti game pertama. Tapi kondisi kalah angin membuat serangan kami susah tembus juga. Jadi kami buru-biri buat matiin lawan,” ujar Nitya.
“Smash Tang juga cukup keras buat ukuran cewek. Kami sudah berusaha membalikkan keadaan, tapi ternyata belum bisa. Kami sudah melakukan yang terbaik. Semua yang kami miliki sudah kami keluarkan semua. Ini mungkin masalah ketenangan di lapangan, mental di lapangan. Secara Teknik dan fisik kami berada dalam level yang sama Kami tidak kalah dengan mereka, tapi mungkin memang belum saatnya,” lanjut Greysia.
Di babak final hari ini (17/5), tim China akan menghadapi Jepang . (AR)
