
Nama Vita Marissa sudah lebih dari 15 tahun menghiasi berbagai turnamen bulutangkis kelas dunia. Jejaknya di Indonesia Open sudah terekam sejak tahun 2001 dimana ia berhasil menjadi juara bersama Deyana Lomban kala itu. Di tahun 2008 ia lagi-lagi berhasil menjadi kampiun, namun ia berhasil meraihnya bersama Liliyana Natsir, dan di tahun 2011 ia harus puas menjadi runner up bersama Nadya Melati.
Tahun ini di ajang BCA Indonesia Open Superseries Premier, Vita mengisyaratkan bahwa ini akan menjadi ajang Indonesia Open terakhir baginya.
“Mungkin ini akan menjadi Indonesia Open terakhir bagi saya,” ujarnya usai laga tadi pagi.
“Di Indonesia Open ini saya berharap bisa mencatatkan hasil terbaik,” lanjutnya.
Namun ini tak lantas menjadi turnamen internasional terakhir bagi Vita, ia mengaku masih akan turun di berbagai turnamen hingga akhir tahun nanti. “Saya masih akan terus bermain, kita akan lihat hasil sampai akhir tahun nanti,” pungkasnya.
Vita memang dianggap sebagai salah satu pemain yang patut disegani. Berhasil meraih sukses diawal 2000, ia harus rehat paska Olimpiade 2004 terkait cedera bahu kanannya. Namun ini tak lantas menghentikan langkahnya untuk berprestasi, ia berhasil melakukan “come back” di tahun 2006.
Dengan siapapun ia dipasangkan, ia kerap menjadi lawan yang diperhitungkan. Nova Widianto, Devi Lahardi Fitriawan, Flandy Limpele, Hendra Aprida Gunawan, Muhammad Rijal, Praveen Jordan, Emma Ermawati, Greysia Polii, Nadya Melati, Liliyana Natsir, Variella Aprilsasi Putri Lejarsa, Mona Santoso, Shendy Puspa Irawati, dan terakhir adalah Andrei Adistia serta Komala Dewi adalah sebagian nama yang pernah menjalani manis pahitnya bertarung di arena tepok bulu ini.
