Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [Korea Open Super Series Premier 2015] Greysia/Nitya Belum Terbendung
18 September 2015
[Korea Open Super Series Premier 2015] Greysia/Nitya Belum Terbendung
 
 

Langkah pasangan ganda putri nomor satu Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari belum terbendung. Pada babak kedua kejuaraan bulutangkis Korea Open Super Series 2015, pemegang medali emas Asian Games 2014 masih unggul dari ganda Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito dengan 21-9, 21-16. Kemenangan Greysia/Nitya di Jepang bahkan untuk yang ke lima kalinya tanpa bisa di balas oleh lawan.

Baik Gresyia maupun Nitya sepertinya sudah paham dengan gaya permainan yang di kembangkan oleh ganda Jepang berperingkat 10 dunia ini. Merekapun sudah siap jika harus meladeni keuletan pasangan jepang.

“Di game pertama kami nggak terlalu sulit seperti game kedua. Poin-poin lebih mudah kami ambil. Tapi di game kedua mereka sudah mulai panas dan siap dengan bola kami. Kami sudah tahu memang untuk dapat satu poin dari Jepang harus siap capek,” tutur Nitya kepada badmintonindonesia.org.

Lawan tangguh di babak perempat final hari ini (18/9) sudah menunggu. Mantan ganda putri nomor satu dari China Wang Xiaoli/Yu Yang akan menjadi lawan berikutnya. Lima kali sudah kedua pasangan ini saling bertemu, untuk sementara ganda China berperingkat 4 dunia ini masih unggul tipis 3-2.

Kami harus jauh lebih siap aja. Mereka lawan yang cukup kuat, tapi bukan yang terberat. Kami pernah menang dari mereka, mereka juga pernah menang dari kami. Yang penting kami harus lebih siap aja buat besok lawan mereka,” ujar Nitya mengomentari lawannya.

Di tunggal putra semua wakil Indonesia terhenti. Kekalahan di awali oleh Tommy Sugiarto. Ia gagal mengulang kemenangan dari Kento Momota yang tercipta pada kejuaraan Japan Open Super Series 2015 lalu. Kali ini pemain senior dari Indonesia kalah 15-21, 21-14, 13-21. Ihsan Maulana Mustofa sempat memberikan perlawanan kepada Tian Houwei. Ia sempat merapat 17-19 di game pertama. Sayangnya ia bisa dikunci oleh pemain China hingga akhirnya menyerah 17-21. Di game kedua Ihsan yang tampil tertekan tak bisa bangkit dan kalah dengan 10-21.

“Tian Houwei tipe pemain yang kuat. Tadi di lapangan kerasa banget saya sudah menembus pertahanannya. Di otak sudah tau mau main apa, tapi tadi saya seperti tidak bisa keluar. Saya tidak puas dengan permainan hari ini. Ada banyak evaluasi yang harus saya bawa pulang. Saya harus menaikkan kekuatan fisik saya di lapangan, lebih fokus dan meningkatkan kualitas permainan. Karena kalau di level ini kualitas permainnya sudah bagus-bagus sekali,” pungkasnya.

Kekalahan juga menimpa pemain masa depan Indonesia lainnya, Jonatan Christie. Ia kalah rubber game dari pemain ulet asal Jepang Sho Sasaki dengan 15-21, 21-16, 13-21. (AR)