Turnamen Nasional
Home > Berita > TURNAMEN INTERNASIONAL > [World Super Series Final 2015] Indonesia Kirim Empat Wakil
08 Desember 2015
[World Super Series Final 2015] Indonesia Kirim Empat Wakil
 
 

Indonesia hanya bisa mengirim empat wakil pada kejuaraan World Super Series Final 2015 yang dilangsungkan di Dubai, United Arab Emirates. Empat wakil yang dimiliki Indonesia datang dari nomor ganda putra, putri serta ganda campuran.

Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari nomor ganda putra. Di ganda putri, Indonesia pun hanya memiliki wakil semata wayang melalui Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Di ganda campuran Indonesia boleh berbesar hati. Selain pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Indonesia juga memiliki wakil lain dari Praveen Jordan/Debby Susanto. Di nomor tunggal putra dan putri, Indonesia tidak memiliki wakil satupun.

Pasangan ganda putra Indonesia berada pada grup neraka. Ahsan/Hendra berada satu grup dengan dua ganda putra yang sering mengalahkannya. Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong serta Zhang Nan/Fu Haifeng merupakan ganda-ganda yang sering menjegal ganda nomor satu milik Indonesia di berbagai kejuaraan bulutangkis.

Aryono Miranat, pelatih ganda putra Indonesia juga menilai jika di grup A, tempat Ahsan/Hendra berada merupakan grup berat.

“Memang di grupnya Hendra/Ahsan ini kalau saya lihat memang cukup berat ya. Tapi ya kekuatan sebenarnya seimbang, tinggal kita lihat per-partainya saja seperti apa. Diusahakan dua partai harus menang, minimal bisa ambil di posisi kedua. Mereka harus fight saja di lapangan,” Ujar Aryono kepada badmintonindonesia.org.

Di ganda putri, pasangan Greysia/Nitya patut berbesar hati. Pasalnya, pasangan China yang selalu mengalahkan mereka, Yu Yang/Tang Yuanting, tidak dapat mengikuti kejuaraan yang selalu dilaksanakan mulai tanggal 9 sampai 13 Desember 2015.  Saingan terberat di grup B, tempat Greysia/Nitya berada akan datang dari ganda China lainnya Tian Qing/Zhao Yunlei. Untuk itu pelatih ganda putri Eng Hian menargetkan ganda putri nomor satu Indonesia ini bisa mengalahkan dua ganda lainnya yang berasal dari Denmark dan Belanda.

“Yang pasti dari pasangan Belanda yang harus diambil kemenangannya. Yang kedua mungkin lebih difokuskan ke pasangan Denmark. Kalau yang pasangan Tiongkok, bukannya pesimis, tapi dari rekor pertemuan, Greysia/Nitya lebih sering kalah. Jadi lebih fokusnya ke Belanda dan Denmark,” tutur Eng Hian.

Dua ganda campuran Indonesia berada pada grup yang berbeda. Pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir akan bersaing ketat dengan Zhang Nan/Zhao Yunlei di Grup A. Selain mereka, peserta Grup A akan datang dari pasangan suami istri Chris Adcock/Gabrielle Adcock dan pasangan Hongkong Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah. Sementara Praveen Jordan/Debby Susanto berada di grup B bersama Liu Cheng/Bao Yixin, Ko Sung Hyun/Kim Ha Na serta pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. (AR)