
Harapan Indonesia di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting gagal memenuhi ambisinya untuk membalas kekalahannya atas Jan O Jorgensen. Kedua tunggal putra ini berjumpa di final Piala Thomas dua pekan lalu. Kala itu Anthony dipaksa menyerah 17-21 dan 12-21 di laga tunggal putra kedua.
Kali ini, mereka kembali berjumpa di babak pertama BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016. Di laga yang digelar Rabu (1/6) siang ini, Anthony sebenarnya bisa mengendalikan permainan. Ia bahkan sempat unggul 20-17. Namun, Anthony yang terlihat terburu-buru justru kehilangan lima angka beruntun, 20-22.
Di game kedua pun Anthony sanggup mengungguli raihan angka unggulan kelima itu. Unggul 11-8 di interval, Anthony pun sempat memimpin 19-16. Lagi-lagi, Jan O berhasil meraih momentum permainan dan Anthony balik tertinggal 19-20. Sempat adu setting, Anthony akhirnya menyerah 23-25.
“Saya sudah belajar dari kekalahan saya di Piala Thomas. Dan sudah cukup hafal karakter permainan dia, tetapi finishing saya kurang tenang, jadi ingin cepat-cepat selesai,” ujar Anthony.
“Dia juga sepertinya tahu kalau saya panik dan tegang, dan mungkin memang saya terlihat panik. Dia bisa ambil poin saat dia pegang servis,” tambahnya.
Jan O pun mengutarakan pendapatnya tentang permainan Anthony hari ini. “Saya fikir di sini dia bermain lebih tenang. Mungkin karena tekanan di permainannya berbeda. Dia bisa bermain lebih baik hari ini. Dia masih muda, saya yakin ke depannya dia akan menjadi pemain yang berbahaya bagi pemain lainnya,” ujar pria bertato itu.(RI)
