
Pebulutangkis papan atas negeri ginseng, Lee Yong Dae tentu menyadari jika dirinya kerap mendapat dukungan dari publik Istora. Pebulutangkis termuda peraih medali emas Olimpiade ini memang banyak dielu-elukan oleh penggemar bulutangkis tanah air. Parasnya yang rupawan dan prestasinya yang gemilang tentu menjadi sebuah daya tarik bagi pecinta bulutangkis untuk jatuh cinta kepadanya.
Tak jarang setiap namanya dipanggil untuk memasuki arena, penonton Istora bergemuruh. Bahkan ketiga Lee Yong Dae beserta pasangannya Yoo Yeon Seong dipanggil masuk arena siang ini (2/6). Kendati harus menantang wakil tuan rumah, Lee tetap mendapat sorakan penuh dukungan.
“Dukungan di sini luar biasa. Tapi terkadang hal ini membuat kami gugup,” ujar Lee.
Mereka sukses melangkah ke babak perempat final usai mengalahkan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dengan 21-14 dan 21-9 di babak pertama, dan memenangi laga kontra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon siang ini. Mereka menang dengan 21-15 dan 21-19.
“Saya sendiri berfikirinya kalau hari ini akan lebih mudah dari lawan pasangan Indonesia kemarin, tetapi justru ini lebih sulit,” tambah Lee lagi.
“Kemarin lawan Angga/Ricky mereka lebih bagus kontrol bola. Tetapi hari ini, Kevin/Marcus lebih baik rotasi bola dan kecepatannya. Lebih sulit hari ini,” pungkasnya.
Dengan lolosnya Lee/Yoo ke perempat final, maka Korea sudah memastikan satu tempat di semifinal. Di laga delapan besar, Lee/Yoo akan berhadapan dengan rekannya sendiri, Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol yang menang 21-18 dan 21-14 atas Manu Attri/B Sumeeth Reddy dari India. (RI)
