
Ihsan Maulana Mustofa memang belum berhasil mengatasi Lee Chong Wei. Di semifinal BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016, Ihsan masih harus mengakui keunggulan andalan Malaysia itu dalam dua game langsung 9-21 dan 18-21 pada Sabtu (4/6) petang.
“Saya puas dengan penampilan saya di game kedua. Saya berhasil bermain lebih berani,” ujar Ihsan usai laga.
Ihsan bukan kalah, tetapi memetik pelajaran dan pengalaman berharga atas perjumpaannya dengan pemain sekaliber Lee. “Saya pun memetik banyak pengalaman dan pelajaran dari pemain sekelas Lee Chong Wei, teknik pukulan, ketenangan di lapangan,” sambungnya.
Ini adalah capaian terbaik Ihsan di turnamen berlevel super series premier. Ini kali pertama bagi atlet binaan PB Djarum ini bisa sampai ke semifinal. Di tahun 2015 lalu, Ihsan berhasil menembus partai semifinal Macau Open Grand Prix dan Chinese Taipei Grand Prix, sementara di Thailand Grand Prix Gold Ihsan keluar sebagai runner up. Dengan hasil ini, ranking Ihsan pun diprediksi akan naik pekan depan.
Penampilan Ihsan bersama Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting sejak penyisihan Piala Thomas hingga putaran final Piala Thomas pun memang mendapat apresiasi banyak pihak. Banyak yang memprediksikan dan berharap kepada tiga tunggal putra muda ini. Semoga era keemasan tunggal putra Indonesia akan segera kembali. (RI)
